Pemkot Kendari dan Pemkab Konsel Raih Piagam UHC dari BPJS Kesehatan

  • Bagikan
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal memberikan piagam UHC kepada PJ. Walikota Kendari dan Bupati Konawe Selatan, pada Kamis (24/8).

KENDARI – Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan sukses mencapai Universal Health Coverage (UHC) program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Andi Afdal memberikan piagam UHC kepada Pj. Walikota Kendari dan Bupati Konawe Selatan, pada Kamis (24/8).

Afdal menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan atas capaian UHC yang berhasil diraih.

“Hal ini tentunya merupakan bukti nyata atas komitmen dan dedikasi Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dalam mengembangkan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, kunci terpenting dalam mewujudkan UHC adalah sinergi dan komitmen kuat dari pemerintah. Komitmen untuk melindungi masyarakat melalui jaminan kesehatan ini menjadi landasan utama dalam menghadirkan perlindungan sosial bagi semua lapisan masyarakat.

“Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan mampu menjadi contoh dengan berhasil mencapai UHC dengan cakupan kepesertaan Program JKN di Kota Kendari sebesar 96,50%, dan Kabupaten Konawe Selatan sebesar 97,70%. Hal ini tentunya menjadi suatu langkah progresif dalam menuju pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas,” bebernya.

Afdal menambahkan bahwa pencapaian UHC memberikan amanah baru bagi kita semua.

“Ada tiga hal yang kita sebut golden triangle, yang pertama akses yaitu memastikan ketersediaan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, selanjutnya cost (biaya), yang dulu tidak mau berobat karena alasan finansial, yang kemudian memicu peningkatan kualitas,” ujarnya.

Tak lupa, Afdal mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan menyukseskan Transformasi Mutu Layanan yang tengah diupayakan oleh BPJS kesehatan bersama dengan mitra kerja BPJS Kesehatan. Berbagai kemudahan layanan dilakukan dengan harapan peserta mengakses layanan yang mudah, cepat dan setara.

“Mudah artinya tidak ribet, cepat berarti tanpa antrean, cukup dengan memanfaatkan teknologi, contohnya aplikasi Mobile JKN, dan yang terakhir setara, tidak ada lagi perbedaan layanan antara pasien dari peserta JKN dengan pasien umum, antara pasien mampu dan tidak mampu,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Walikota Kendari, Asmawa Tosepu mengungkapkan bahwa pencapaian kali ini memberikan semangat bagi Pemerintah Kota Kendari untuk memberikan layanan yang berkualitas, terjangkau dan bermutu.

“Momentum hari ini bagi Pemerintah Kota Kendari sangatlah memberikan semangat untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tak hanya bagi masyarakat Kota Kendari, tapi mencakup masyarakat di luar Kota Kendari, mengingat RSUD Kota Kendari ini menjadi rumah sakit rujukan juga,” terang Pj Wali Kota.

Oleh karenanya, Asmawa mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan berharap BPJS Kesehatan terus bersinergi, berkolaborasi dan bekerja sama dengan segenap stakeholder yang ada untuk memastikan semakin meningkatnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga mengakui bahwa predikat UHC ini merupakan buah dari perjalanan panjang Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

“Beberapa tahun terakhir, pelayanan kesehatan menjadi fokus. Makanya kenapa kita baru mencapai (UHC), karena kita mempersiapkan fasilitasnya terlebih dahulu. Kami telah melakukan perbaikan pada rumah sakit dan dua puluh puskesmas,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah perbaikan tersebut, Bupati telah menganggarkan sebesar 10 miliar rupiah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

“Jaminan sosial ini sangat membantu dan sangat terasa manfaaatnya, bahkan masyarakat Konawe Selatan merasakan manfaat layanan kesehatan sampai di Kota Kendari, hal ini sebagai bentuk kolaborasi bersama untuk masyarakat kita,” tambahnya.(RS)

  • Bagikan