291 Aset di Kelola, Kilang Hingga Lapangan Golf, LMAN ‘Mati-Matian’ Kejar Status Aset Free and Clear

  • Bagikan

Salah satu aset yang dikelola LMAN, Gedung Dhanadyaksa Dipati Ukur Bandung, sebuah aset mangkrak ex wisma Pertamina yang disulap menjadi Creative Hub and Co Working Space-Dokumentasi LMAN-

Rakyatsultra , — Hingga akhir tahun 2021, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) tercatat mengelola 291 aset milik negara.

Jumlah itu terdiri dari 288 aset properti, 2 aset kilang yakni kilang Bontang dan Lhokseumawe serta 1 aset kawasan berupa kawasan lapangan golf Ciperna, Jawa Barat.

Meski demikian, dalam perjalanannya LMAN ternyata menemui berbagai kendala, salah satunya yakni status aset yang belum free and clear.

“Aset yang belum free and clear punya banyak masalah, salah satunya (aset) dikuasai oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN, Candra Giri Artanto, dalam Taklimat Media, Selasa, 25 Januari 2022 yang diselenggarakan secara luring dan daring.

Persoalan kedua yang dihadapi LMAN, lanjut Candra, yaitu adanya tunggakan-tunggakan yang harus diselesaikan pada aset tersebut.

“Tunggakannya banyak, air, listrik, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), service charge dan lain sebagainya,” ungkap Candra.

Tak hanya itu, aset yang diserahkan kepada LMAN untuk dioptimalisasi terkadang sertifikatnya belum atas nama Kementerian Keuangan.

“Aset itu yang kita terima tidak ujug-ujug aset itu siap kita pasarkan, bukan begitu Ferguso, tapi kita terima itu hampir sebagian besar itu tidak free and clear,” tegas Candra. Sedikit bercerita, Candra mengungkapkan bagaimana perjalanan aset itu ketika pertama kali diserahkan kepada LMAN hingga aset itu berhasil dioptimalkan.Setidaknya ada tujuh proses yang dilalui LMAN untuk mengoptimalisasi aset kelolaan, yaitu requisition, conceptualization, pre development, development, optimalization, monitoring dan evaluation.

  • Bagikan