Perjuangan Alif Temani Pengobatan Putrinya Lewat Program JKN

  • Bagikan
Alif Aryano (27) saat menceritakan kisah pengobatan bayinya.

KENDARI – Alif Aryano (27) peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), ia membagikan pengalamannya sewaktu menemani putri pertamanya Alessia Nauren Aryano yang masih berusia 2 bulan menjalani serangkaian perawatan di rumah sakit. Meskipun perjuangannya harus berakhir pahit bagi Alif dan keluarga, karena bayinya tidak bisa lagi tertolong. Namun ia tetap berterima kasih karena Program JKN telah banyak membantunya selama proses pengobatan sang putri.

Alessia lahir secara normal, namun mengalami kebiruan yang membuatnya harus dirawat terpisah dari ibunya. Bayi kecil ini harus menghabiskan waktu 5 hari dalam inkubator sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah.

“Alessia anak kami lahir normal, hanya memang waktu lahir tubuhnya membiru sehingga harus dirawat secara insentif,” kata Alif, 21 juni 2023.

Ketika Alessia berusia satu minggu dan akan melakukan imunisasi, ia mulai mengalami sakit batuk yang menyebabkan seluruh tubuhnya tampak kembali kebiruan. Dokter mendiagnosis hipotermia atau kondisi tubuh bayi berada pada kondisi tubuh normal. Allesia kemudian diberi obat untuk diminum selama empat hari, tetapi sayangnya tidak ada perubahan yang signifikan terhadap kondisinya.

Dalam upaya mencari solusi yang lebih baik, dokter menyarankannya untuk berkonsultasi ke dokter spesialis jantung. Alif pun membawa Alessia untuk melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Kota Kendari, namun proses pemeriksaan menjadi sulit karena bayi tersebut rewel sehingga sulit untuk melakukan pemeriksaan yang detail. Meski begitu, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya kebocoran pada jantung Alessia.

“Mendengar dari dokter bahwa bayi kami kemungkinan mengalami kebocoran jantung, tentu bagaikan petir di siang bolong, hati saya bersama istri hancur seketika. Namun sebagai orang tua kami harus kuat, kami ingin berupaya agar Alessia mendapatkan perawatan terbaik,” beber Alif.

Ketidaktenangan dan kekhawatiran semakin melanda keluarga Alif saat Alessia terus menunjukkan tanda-tanda kebiruan saat menangis, terutama pada tangan dan bibirnya. Mereka kemudian memutuskan untuk membawa Alessia ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Bahtermas di Kendari. Di sana, dilakukan pemeriksaan echo jantung yang mengungkapkan hasil yang mengejutkan.

“Alessia didiagnosis dengan beberapa penyakit jantung seperti bagian kiri jantung tidak berkembang dan berukuran kecil serta katup jantung tidak terbentuk dengan sempurna. Meskipun sempat dirawat di ruang intensif anak, akhirnya dirujuk ke RS Wahidin Kota Makassar untuk pengobatan lebih lanjut,” tambahnya.

Awalnya, ia merasa putus asa dan sedih melihat kondisi anak mereka. Namun ketika mereka sampai di RS Wahidin, mereka menyadari bahwa masih ada banyak anak lain yang menderita penyakit yang lebih parah. Hal ini mengembalikan semangat dan harapan kepada keluarga Alif.

Namun, perjuangan Alessia tidak berakhir seperti yang diharapkan, Setelah beberapa tindakan medis yang dilakukan, termasuk upaya katerisasi jantung melalui selangkangan yang tidak berhasil, Alessia mengakhiri perjuangannya di usia 2 bulan 2 hari.

Meski mengalami duka yang mendalam, Alif mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan atas Program JKN yang telah memberikan jaminan kesehatan bagi keluarganya. Mereka menyadari bahwa semua pengobatan Alessia telah ditanggung oleh Program JKN.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah, terutama BPJS Kesehatan, atas Program JKN yang telah memberikan perlindungan kesehatan bagi Alessia. Jika tidak ada Program JKN, kami tidak bisa membayangkan berapa biaya yang harus kami keluarkan selama perawatannya,” ucap Alif dengan sedih.

Kisah Alessia Nauren Aryano menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya Program JKN dalam menyediakan perlindungan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.(RS)

  • Bagikan