Muna Raya

Tiga Organisasi Kepemudaan Siap Kawal Pilkada Muna 2020

Tiga organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Muna gelar deklarasi pilkada damai 2020, Sabtu (28/3). Foto: Isra

 

RAKYATSULTRA.COM, RAHA – Kesuksesan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang bersih, demokratis, aman dan damai menjadi tanggungjawab bersama, agar sejarah masa lalu Pemilihan Suara Ulang (PSU) dan tindakan anarkisme tak terulang kembali di pilkada Muna 2020 mendatang.

Tiga organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kabupaten Muna menyatakan siap mengambil peran dalam mengawal dan menyukseskan pelaksanaan pilkada Muna 2020. Tiga organisasi tersebut adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Muna, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Muna dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Cabang Muna.

Sabtu (27/3) puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi ini mengikrar janji untuk bersatu mengawal dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) jelang pilkada Muna 2020. Mereka juga menyerukan agar masyarakat Muna tak mudah terprovokasi dengan munculnya berita-berita hoax, isu Suku Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) serta radikalisme yang dapat memecah persatuan dan memicu tindakan anarkisme.

Diwawancarai jurnalis Rakyat Sultra, Ketua Cabang PMII Muna, Oskar Kokahita menandaskan, kesuksesan pelaksanaan pilkada Muna menjadi tanggung jawab bersama, termasuk organisasi PMII, GMNI dan GPM. Deklarasi ini kata dia sebagai langkah awal mendukung pelaksanaan pilkada yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Muna.

Kedepannya kata dia, mereka berkomitmen untuk terus mengawal dan mengontrol seluruh pelaksanaan tahapan pilkada Muna, untuk memastikan pelaksanaan pilkada Muna ini sudah berjalan sesuai koridor dan aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan terus mengawal dan mengontrol kinerja penyelenggara dan pihak-pihak terkait. Kami juga akan pro aktif mengingatkan jika dalam perjalanannya terjadi kekeliruan. Bukan hanya tiga organisasi ini, kami juga akan mengajak organisasi lain yang ada di Muna untuk ikut mengambil peran,”tandasnya.

Juga terkait dengan penyebaran informasi hoax, isu SARA dan radikalisme, tiga organisasi ini juga siap mengambil peran menjadi mediator untuk menetralisir informasi hoax dan isu SARA.”Kita tidak menginginkan informasi-informasi hoax ini memicu tindakan anarkisme di masyarakat sehingga berujung pada pembakaran rumah, kendaraan dan lain-lain,”pungkasnya (sra)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top