Pendidikan

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Tanamkan Semangat Bela Negara

Kendari – Seminar Bela Negara digelar Senat Mahasiswa Fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan institut Agama islam Negeri (IAIN) Kendari yang di gelar di Auditorium IAIN Kendari, Sabtu (22/2)

Seminar dengan tema ” Kesadaran Bela Negara Dalam Mempertahankan Ke-Bhinekaan Di Era Milenial ” ini digelar dalam rangka memberikan motivasi dan semangat bela negara kepada generasi muda

Dalam seminar ini menghadirkan empat narasumber yaitu Ketua PWNU Sultra Drs. KH Muslim M.Si, Panit 3 Subdit 4 DIT Intelkam Polda Sultra IPTU Jamil, Ketua PKC PMII Sultra serta Ketua DEMA IAIN Kendari.

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan peserta dari mahasiswa IAIN Kendari dan beberapa perwakilan SMA di Sultra.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Tarbiyah dan ilmu keguruan IAIN Kendari Dr Masjin M.Pd, menyampaikan bahwasanya tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan siswa tentang makna bela negara yang sesungguhnya karena selama ini mahasiswa kita dan generasi pilihan ini belum memahami betul apa itu bela negara.

Menurut dia, bela negara adalah suatu sikap seseorang yang bisa memperjuangkan pertahankan kepribadian dan budaya bangsanya, ” oleh karena itu kajian ini akan lebih menarik lagi ketika dibahas oleh pemateri,”.ucapnya

Lanjut dia, kebhinekaan ini menjadi hal yang sangat penting karena kemerdekaan ini sudah mulai memudar di masyarakat kita terutama generasi millennial. kehidupan individual yang sangat pragmatis yang mendorong mereka untuk tidak saling peduli pada orang lain, ” inilah yang target yang harus dibangkitkan pada kegiatan ini sehingga nilai nilai perbedaan itu dipersatukan kembali dalam kebhinekaan ini , sehingga nanti masyarakat generasi muda bisa memahami tentang bagaimana posisi mereka sebagai masyarakat untuk membangun sebuah negara yang berbudaya,” ucapnya

Dirinya berharap yang hadir pada kesempatan ini bisa memahami lebih dalam tentang apa itu kebhinekaan,apa itu bela negara sesungguhnya. sehingga mereka bisa beradaptasi dengan sosial bahkan perubahan dunia yang begitu kuat dan bisa bertahan.

” semoga semakin bagus kehidupan ekonomi itu semakin kuat negara kita,maka akan semakin kuat kita punya kebhinekaan. semakin kuat kita punya persatuan itu adalah satu bela negara. orang akan takut masuk kalau kita bersatu tapi kalau kebhinekaan rusak, itu akan mudah dihancurkan.” harapnya

Sementara itu Iptu Jamil dalam paparannya menyampaikan Salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya.

Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan.

Konsepsi tersebut disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan.

bahwa semua mahasiswa adalah sebagai generasi dan ujung tombak dalam proses membela negara demi mengawal utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

““Jikalau kita betul-betul memahami 4 pilar tersebut maka kita sebagai generasi bisa tetap menjaga keutuhan Bangsa Indonesia,” jelasnya

” Kami dari pihak kepolisian juga punya tanggung jawab yang lebih besar pula terhadap bangsa dan negara ini, sebab kami harus aktif dalam segala kegiatan termaksud kegiatan-kegiatan sosialisasi dan seminar seperti ini,” ungkap Iptu Jamil.” Tambah IPTU jamil

Sementara it ketua PWNU Sultra Drs KH Muslim M. Si menjelaskan tentang paham Islam Nusantara . Menurutnya Islam Nusantara mengakomodasi kearifan lokal atau praktik tradisi masyarakat Indonesia yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam sesuai dengan tuntunan Al Quran dan hadis shahih.

” Islam Nusantara adalah yang menggabungkan Agama Islam dengan budaya, seperti Islam yang bersatu dengan semangat nasionalisme, atau Islam yang bersatu dengan semangat kebangsaan.Disangkanya Islam Nusantara itu Islam yang memakai segala sesuatu dari Nusantara.
Banyak yang salah paham, tapi mereka tidak mau bertabayun (minta penjelasan atau konfirmasi, red) ke PBNU” Ucapnya

Dirinya juga menjelaskan tentang dampak Media Sosial (Medsos) terhadap masyarakat. Selain memiliki dampak positif, Medsos juga memiliki dampak negatif misalnya penyebaran informasi hoax (berita bohong). Medsos saat ini sangat familiar di masyarakat apalagi di kalangan milenial.

Informasi sangatlah mudah untuk didapatkan dari seluruh belahan dunia. Akan tetapi perkembangan tekhnologi media ini tentu tidak seluruhnya bisa ditelan mentah mentah. Perlu difilter untuk mengetahui informasi yang sebenar-benarnya. Ujaran kebencian dan terkadang saling mengkafirkan kerap tersebar melalui Medsos.

“Perlu peran semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak terkecuali pemerintah dengan instansi yang dimiliki serta masyarakat harus jeli menilai informasi. Yang berbahaya itu adalah informasi hoax atau berita bohong,” pungkasnya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top