Pilkada

Kandidat Gubernur Belum Prolingkungan

KENDARI – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tenggara menilai tiga bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang berkompetisi dalam pesta demokrasi belum pro terhadap lingkungan. Ketiga pasangan calon itu adalah Asrun-Hugua, Ali Mazi-Lukman Abunawas, Rusda Mahmud-LM Sjafei Kahar.

Direktur Walhi Sultra, Kisran Makati mengatakan, alasan ketiganya tidak pro terhadap lingkungan karena saat menjabat kepala daerah, kandidat tersebut justru berlomba-lomba mengeluarkan izin, baik izin pertambangan, perkebunan, properti, sektor perikanan, kelautan dan lain-lain.

“Jadi menurut pengamatan kami, rata-rata calon memiliki permasalahan lingkungan. Dan memang agak sulit memilih calon gubernur yang pro terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Selain menganggap ketiga pasangan calon tidak prolingkungan, Walhi Sultra juga mengkhawatirkan dana korporasi ikut digunakan dalam pemilihan Gubernur Sultra 2018. Menurut Kisran, arena pilkada merupakan ajang pertemuan ekonomi politik antara oknum pengusaha dan calon kepala daerah

“Di satu sisi, calon membutuhkan pendanaan untuk pilkada dan di sisi lain korporasi menggunakan peluang agar bisa masuk menyandera para calon. Adapun kompensasinya nanti, bisa saja izin usaha mereka diterbitkan atau izin lama diperpanjang,” akunya.

Dia mensinyalir oknum pengusaha akan berinvestasi dalam proses pilkada. Olehnya itu, masyarakat diminta hati-hati dalam menentukan pilihannya ke depan.

Ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur itu memang pernah menjabat sebagai kepala daerah. Asrun merupakan mantan Wali Kota Kendari dua periode dan Hugua mantan Bupati Wakatobi dua periode.

Sementara Ali Mazi mantan Gubernur Sultra dan Lukman Abunawas adalah mantan Bupati Konawe dua periode.

Adapun Rusda Mahmud merupakan mantan Bupati Kolaka Utara dua periode dan LM Sjafei Kahar mantan Bupati Buton dua periode. (r1/b/ian)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top