Headline

Pemerintah Diminta Lirik Usaha Kopra Putih

LANGARA – Usaha kopra putih di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) memang belum familiar, namun usaha itu lebih menjanjikan. Dibandingkan dengan kopra yang diolah oleh mayoritas masyarakat Wawonii secara turun temurun.

Sebut saja Abdul Majid warga Desa Sawa Indah Kecamatan Wawonii Utara, pengolah kopra putih yang meminta usahanya dilirik Pemkab Konkep. Kata ia, usaha itu lebih menjanjikan, pun harganya lebih tinggi. Hanya saja ia kesulitan untuk mengelola usaha tersebut karena hanya mengandalkan bantuan alam semata.

Ia berkeinginan, ada uluran tangan dari Pemerintah. Yakni bantuan alat pengering kopra modern. Dirinya mengaku saat ini, untuk menghasilkan kopra putih, masih bergantung pada kondisi cuaca.

“Kalau musim panas, kopra putih dijemur bisa sampai 3 hari, itu kalau cuaca bagus, tapi jika cuaca kurang bersahabat, pengeringan kopra putih bisa sampai 2 Minggu,” tutur Abdul Majin kemarin, yang mengaku sudah 4 tahun mengolah kopra puti.

Kata dia, pengolahan kopra putih dibandingkan kopra hitam harganya jauh lebih tinggi. Kalau kopra hitam harga per kilo mencapai Rp. 8.000 rupiah, sedangkan untuk kopra putih bisa mencapai Rp. 14.000 rupiah per kilonya.

“Sekarang banyak pembuat kopra hitam beralih untuk membuat kopra putih. Karena harganya lumayan tinggi, dibandingkan kopra hitam. Bisa selisih sampai Rp. 6.000,” terangnya.

Karena keterbatas pengelolaan usaha yang mulai ditekuni masyarakat, Abdul Majid berharap, pemerintah secepatnya memperhatikan keadaan rakyatnya. Terutama yang bergelut dikomoditi pengolahan buah kelapa.

“Kalau buah kelapa kami sangat melimpah. Hanya saja alat pengering untuk pembuatan kopra putih masi bergantung sama cuaca. Saya berharap, pemerintah secepatnya memberikan bantuan kepada kami untuk meningkatkan hasil produk kopra putih di Wawonii. Dan pemerintah juga semestinya mencarikan pasaran-pasaran Nasional maupun Internasional untuk menjual hasil bumi berupa kopra dari pulau ini,” sarannya.

Menanggapi keluhan warga itu, salah seorang anggota DPRD Konkep, Mustaman, mengakun prihatin dengan kondisi petani kopra putih di Pulau Wawonii. Sayangnya, pihak DPRD dan Pemkab Konkep, belum bisa menyahuti bantuan usaha kecil di daerah itu.

“Sebenarnya kami di DPRD sama Pemkab Konkep besar keinginan untuk membantu petani kopra putih dan usaha kecil lainya untuk meningkatkan produktifitas usaha. Tetapi anggaran yang kami usulkan untuk pengembagan pelaku usaha kandas di Keuangan Provinsi,” kata Wakil Komisi III DPRD Konkep itu, Jumat (19/1).

Namun lanjutnya, itu bukan berarti pihak DPRD dan pemerintah tutup mata dengan usulan warga tersebut. “Sebenarnya besar harapan kami saat itu, anggaran untuk bantuan usaha kecil di Wawonii ada. Tetap kami akan perjuangkan kembali agar usulan warga untuk mengembankan produktifitasnya bisa secepatnya terealisasi. Karena kasian warga kami khusunya petani kopra putih. Yang harus menunggu 2 Minggu untuk mengeringkan kopranya jika cuaca kurang bersahabat,” janjinya. (*/a)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top