Rakyat Sultra Online

Headline

Dua Pengedar Sabu Jaringan Lapas Diciduk BNNP

Pelaksanaan press release pengungkapan kasus pengedaran narkotika oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra.

KENDARI – Dua orang tersangka pengedar sabu jaringan Lapas berhasil diamankan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara pada 9 Januari lalu.

Kedua tersangka yakni RD umur 48 tahun dan RT umur 44 tahun berhasil ditangkap petugas BNNP di Jalan R Suprapto Nomor 37 C, Lorong Pandawa, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandongan, Kota Kendari pada 9 Januari 2017.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari Cahyo SE mengatakan, dari hasil penangkapan, petugas BNNP berhasil menyita 11 paket sabu dengan total berat 3,68 gram dari tangan tersangka RD dan RT yang merupakan kakak beradik.

“Penangkapan ini bermula saat petugas BNNP mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa disekitar Jalan R Suprapto sering terjadi transaksi nakotika jenis sabu. Dari situlah petugas BNNP meyelidiki tempat tersebut dan ternyata benar bahwa ada indikasi daerah tersebut sering dijadikan lokasi transaksi, sehingga kami melakukan penangkapan di rumah RT,” ujarnya saat mengadakan press release hasil pengungkapan kasus pengedaran narkotika BNNP dihadapan awak media, Jumat (12/1).

Katanya, tersangka RD berperan sebagai pengedar narkotika jenis sabu, sedangkan RT berperan sebagai perantara atau penghubung antara pembeli kepada RD.

“Dari hasil pemeriksaan, juga diketahui bahwa RD adalah pelaku yang sudah pernah dipidana dalam kasus yang sama selama 9 tahun dan saat ini telah bebas bersyarat sejak 3 April sampai 12 Juli 2020,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan tersangka, lanjut AKBP Bagus, keduanya memperoleh barang haram tersebut dari Kendari jaringan Lapas. “Kami akan terus melakukan penyelidikan untuk melakukan pengungkapan yang ada di Lapas tersebut. Semoga saja ada barang bukti maupun saksi yang bisa mengungkap jaringan Lapas ini,” bebernya.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil disita petugas BNNP Sultra yakni, 13 bungkus plastik yang berisi sabu seberat 3,68 gram, 31 lembar plastik bening kosong, 1 buah timbangan elektrik warna hitam. Kemudian, 1 buah bong lengkap dengan pipet dan pireksnya, 3 potongan pipet, 3 buah korek gas, 1 buah sumbu dan dua unit handphone.

Atas perbuatannya, kedua tersangka melanggar Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun penjara,” pungkasnya (*/b)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top