Sultra Masih Butuh Dokter – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Metropolis

Sultra Masih Butuh Dokter

KENDARI – Kebutuhan pelayanan kesehatan di Sultra semakin meningkat. Tapi sayangnya, tidak diimbangi dengan jumlah dokter yang ada. Sehingga, Bumi Anoa masih sangat membutuhkan tenaga medis tersebut, baik umum maupun spesialis.

Hal ini diakui Pelaksana Tugas Gubernur Sultra, HM Saleh Lasata, baru-baru ini saat meninjau Rumah Sakit Bahteramas.

“Memang kita masih butuh dokter umum atau spesialis,” akui mantan Bupati Muna ini.

Bukan hanya di rumah sakit yang ada di ibukota provinsi, namun juga di rumah sakit kabupaten kota. Yang mempriatinkan, tidak semua fasilitas kesehatan yakni pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) memiliki dokter tetap.

Meskipun, Saleh Lasata mengakui ada beberapa puskesmas yang telah memiliki dokter.

“Ada yang punya dokter ada juga yang belum. Makanya, salah satu upaya kita selama ini memberikan beasiswa baik bagi dokter umum untuk kembali ke SUltra atau bagi dokter umum yang akan meningkatkan spesialisanya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sultra dr Asum Tombili mengaku rumah sakit yang terbangun sejak tahun 2008 hingga 2016 mulai dari rumah sakit pemerintah, pemerintah kota/kabupaten, TNI/Polri, BUMN, Khusus, Swasta, Swasta (klinik/RS bersalin), RSIA dan Klinik umum, saat ini sebanyak 38. Sementara, ditahun 2008 hanya 29 rumah sakit.

Sedangkan jumlah dokter, sesuai data tahun 2016 untuk tenaga dokter spesialis, dari 50 orang (2008) hingga 2016 sebanyak 140 orang, dokter umum dari 301 naik menjadi 436 orang, dokter gigi dari 74 orang kini 192 orang.

Untuk tenaga bidan ditahun 2008 sebut mantan Kadis Kesehatn Konawe ini sebanyak 1.180 orang bertambah menjadi 3268 orang ditahun 2016. Para tenaga kesehatan itu, tersebar di 17 kabupaten kota, dan sekitar 324 kecamtan serta 2446 desa dan kelurahan.

“Semakin meningkatnya tenaga kesehatan mulai dari dokter, bidan, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya, membantu pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan diseluruh wilayah. Kita, tingkatkan sarana dan prasaranan kesehatannya, mulai dari pustu, puskesmas, maupun rumah sakit. Sehingga, layanan kesehatan dapat lebih maksimal baik dari sisi kualitas,” jelas Asrum.

Terbukti, dari sisi kepemilikan

Sedangkan tenaga bidan yang berstatus pegawai sebanyak 3.852 dan tenaga perawat sebanyak 3.387 orang. Setidaknya, data Dinkes menyebutkan secara keseluruhan tenaga medis yang tercatat sebagai pegawai totalnya sebanyak 14.448 orang. (efn/b/put)

 

To Top