Probiz

Sistem Informasi Kredit Kini Dikelola OJK

M Fredly Nasution

KENDARI – Bank Indonesia (BI) mengalihkan fungsi pengaturan, pengembangan serta pengelolaan Sistem Informasi Perkreditan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengalihan ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Kepala OJK Sultra, M Fredly Nasution, mengatakan dengan pengalihan fungsi tersebut, BI menghentikan operasional dan layanan Sistem Informasi Debitur (SID) kepada seluruh Pelapor SID dan masyarakat sejak 31 Desember 2017. “Selanjutnya, pengelolaan sistem informasi perkreditan hanya dilakukan oleh OJK,” katanya.

Fredly bilang, informasi debitur yang tadinya dikelola Bank Indonesia dialihkan ke OJK, melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dilaksanakan secara penuh sejak 1 Januari 2018. “Dulu namanya SID saat ini menjadi SLIK yang dikelola langsung oleh OJK,” ucapnya.

Perubahan ini katanya bertujuan agar SID dikembangkan tak hanya untuk debitor perbankan namun juga untuk nasabah lembaga keuangan lain.

“BI dan OJK akan senantiasa bekerja sama dan berkoordinasi sehingga akan diperoleh keseimbangan yang tepat untuk pengawasan keuangan perbankan,” tambahnya.

Masyarakat yang ingin mengetahui data kredit di perbankan maupun pembiayaan bisa langsung mengunjungi OJK. OJK katanya siapkan petugas yang akan menjelaskan informasi lebih lanjut kepada debitur.

“Kalau ada nasabah yang mau mengambil kredit di salah satu bank namun ditolak dengan alasan black list karena kredit macet jangan ke BI lagi. Tetapi langsung ke OJK,” ungkapnya. (p6/b/aji)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top