Rakyat Sultra Online

Konawe Raya

Konkep Tolak Aset Gelondongan Rp 100 Miliar

LANGARA – Memasuki tahun ke lima, sejak berdirinya menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) hingga saat ini belum menerima aset dari Kabupaten Konawe sebagai Kabupaten induk. Sementara, itu menjadi hal krusial dalam pelaporan neraca keuangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Konawe, sebenarnya sudah pernah menyerahkan aset tersebut, hanya saja ditolak oleh Pemerintah Kabupaten Konkep karena diserahkan secara gelondongan yang nilainya fantastis, sekira 100 Miliar

Sudah banyak cara yang dilakukan Pemkab Konkep untuk menerima aset-aset Konawe yang saat ini berada di Pulau Wawonii. Mulai dari mediasi ke kabupaten induk, bahkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI turun langsung untuk menyelesaiakan sengketa aset di dua kabupaten itu.

“Sampai saat ini masalah aset yang seharusnya sudah jadi milik Konkep, belum juga diselesaikan oleh Konawe. Kami juga sudah buat tim analisis untuk melakukan verifikasi aset. Tetapi proses penyerahan asetnya saja yang belum dituntaskan,” kata Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Mahyun Halulanga kemarin.

Kata dia, Kabupaten Induk sudah pernah menyerahkan aset kepada Konkep dalam bentuk gelondongan dengan jumlah 100 miliar, tanpa melalui proses analisis. Tetapi ditolak Pemkab Konkep.

“Kami tolak anggaran 100 miliar itu dalam bentuk gelondongan. Persoalannya aset fisik maupun yang bergerak termaksud yang tidak bergerak, ini ada masah penyusutannya. Apalagi kendaraan dinas (Randis) roda dua yang dikeluarkan oleh Konawe, yang diserahkan kepada desa, saat ini bangkai Randisnya sudah tidak ada. Sehingga kami menolak anggaran gelondongan 100 miliar dari Konawe yang mau diberikan ke kami,” jelas Mahyun.

Persoalan ini, kata dia sudah dilaporkan kepada Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), terkait aset dan hibah, oleh karenanya Pemkab Konkep berharap Kemendagri bisa memerintahkah Kabupaten Konawe untuk secepatnya menyelesaikan persoalan aset dan hibah tersebut.

“Kami sudah cukup berupaya, baik Kadis Keuangan yang menangani langsung aset, maupun pak bupati sendiri, selaku pemimpin daerah sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan komunikasi, tetapi tidak pernah terselesaikan,” katanya.

Saat ini Pemkab Konkep sudah melakukan inventarisasi aset, tinggal menganalisisnya saja yang belum terselesaikan.

“Mudah-mudah tahun ini sudah ada penyerahan aset, karena banyak aset yang terbengkalai . Banyak aset negara dari kabupaten induk yang kami mau lakukan perbaikan, tetapi sampai saat ini juga kami belum bisa melakuakan perbaikan itu, karena aset tersebut masih milik Konawe. Salah satu contohnya Kantor Camat Wawonii Utara,” tandasnya.(*/a)

 

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top