Pendapatan RS Bahteramas Capai Rp 91 M – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Metropolis

Pendapatan RS Bahteramas Capai Rp 91 M

KENDARI – Capaian pendapatan Rumah Sakit Bahteramas terus bertambah setiap tahunnya. Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu ditahun 2017 mencapai Rp 91 miliar atau melebihi target ditetapkan sebesar Rp 84 miliar.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 yang berada pada angka Rp 78 miliar setahunnya.

“Alhamdulillah tahun ini, pendapatan RS Bahteramas bisa mencapai Rp 91 miliar, atau meningkat sebesar Rp 13 miliar. Dan kami optimis tahun 2018 ini bisa mengumpulkan pendapatan hingga Rp 100 miliar,” kata Dirut RS Bahteramas, dr Yusuf Hamra.

Yusuf mengaku, capaian tersebut bukan berkat kerjanya saja sebagai direktur utama, namun tak lain adalah kerja semua jajaran baik dari internal rumah sakit maupun kerjasama antara pihak ekstrernal rumah sakit yang mendukung terjadinya pelayanan kesehatan.

Menurut dokter ahli dalam ini, 80 persen dari pendapatan rumah sakit yakni dari klaim BPJS Kesehatan, dan 20 persen lainnya, baik dari pelayanan umum, asuransi kesehatan maupun pelayanan kesehatan lainnya.

Secara berjenjang, kata dia pendapatan RS Bahteramas terus mengalami peningkatan. Mulai dari tahun 2012 yang pada masa peralihan dari rumah sakit lama ke RS Bahteramas dengan pendapatan sekitar Rp 4 miliar, ditahun selanjutnya sekitar Rp 30 miliar ditahn 2013.

Di tahun 2015 mencapai Rp59 miliar atau lebih Rp4 miliar dari target Rp55 miliar. Tahun 2016 meningkat Rp78 miliar atau lebih Rp10 miliar dari target Rp68 miliar.

Sementara, kata mantan Kepala Bagian Pelayanan Kesehatan ini jumlah kunjungan dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk kunjungan rawat jalan dari tahun 2012-2017 juga mengalami peningkatan tiga tahun terakhir dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Tahun 2015 ada 120.958 pasien, tahun 2016 meningkat menjadi 129.359 pasien dan tahun 2017 juga meningkat menjadi 143.566 pasien.

Sedangkan kunjungan rawat inap dari tahun yang sama juga mengalami peningkatan tiga tahun terakhir dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Tahun 2015 ada 12.109 pasien, tahun 2016 ada 13.441 pasien dan tahun 2017 ada 15.434 pasien.

“Bukan kami mengharapkan banyaknya kunjungan orang sakit, namun kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan semakin besar. Begitu pula masyarakat semakin paham akan pentingnya pelayanan kesehatan. Olehnya kami, akan berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (efn/b/put)

 

 

Click to comment
To Top