Headline

Dua Anggota DPRD PAN di PAW

Al Munardin

LAWORO – Warga Kabupaten Muna Barat (Mubar) saat ini sedang dihebohkan dengan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat dari Partai Amanat Nasional (PAN) yakni Zahril Baitul dan Harlika.

Proses PAW kedua anggota DPRD Mubar tersebut telah masuk di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna Barat (Mubar) melalui surat yang dimasukan oleh DPRD Mubar No. 171.3/02/2018 atas perihal permintaan calon anggota PAW Zahril Baitul dan Harlika tertanggal 9 Januari 2018.

Ketua KPU Muna Barat Al Munardin mengatakan setelah menerima surat dari pimpinan DPRD, KPU Mubar akan melakukan proses untuk menetapkan siapa-siapa yang akan menjadi pengganti kedua anggota DPRD tersebut. Yang jelas untuk proses PAW KPU mengacu PKPU No 6 tahun 2017.

“KPU akan melakukan penelitian administrasi termasuk perolehan suara dari masing-masing Caleg PAN dari Mubar untuk memastikan siapa yang berhak menjadi PAW kedua anggota DPRD yang dimaksud. Yang pasti dalam waktu dekat akan keluar,” ungkap Al Munardin, Rabu (10/1).

Namun untuk menentukan siapa yang akan menjadi pengganti kedua legislator tersebut, KPU Mubar menunggu dokumen model DB-1 DPRD, hasil perolehan suara saat pelaksanaan Pilcaleg dari Kabupaten Muna.

“Karena kita daerah baru, kita belum punya dokumen itu. Makanya KPU Mubar bersurat kepada KPU Muna untuk meminta daftar calon tetap pada saat pelaksanaan Pilcaleg khususnya daerah pemilihan IV, dengan formulir DB-1 yaitu perolehan suara masing-masing caleg di PAN, “ujarnya.

Meski sejumlah nama pengganti Zahril Baitul dan Harlika ramai disebut-sebut masyarakat, namun KPU Mubar belum mau menyebutkan siapa pengganti keduanya. Yang jelas berdasarkan PKPU No. 6 Tahun 2017 dalam pasal 25 ayat 3 penyampaian nama calon pengganti antar waktu dilampirkan dengan daftar perolehan suara terbanyak calon pengganti antar waktu anggota DPRD.

“Silahkan orang menyebut siapa yang akan menggati keduanya yang jelas saat ini KPU Mubar belum berani menyebut nama sebelum melakukan proses penelitian dokumen siapa yang berhak untuk mengganti keduanya yang nantinya akan diplenokan,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait alasan mengapa kedua anggota DPRD itu di PAW, PAN belum memberikan komentar. Sekretaris PAN, Amiluddin Ntarawe tidak mengangkat telfon saat dihubungi jurnalis koran ini. Namun, berdasarkan isu yang berkembang di masyarakat kedua PAW terhadap kedua anggota legislator Mubar ini karena dianggap telah melawan perintah partai dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna Barat pada 2017 lalu. Dimana keduanya disebut-sebut tidak mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati LM Rajiun Tumada-Achmad Lamani yang menjadi yang diusung oleh PAN. (*/a)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top