Buton Raya

Halangi Tugas Jurnalis, Mahasiswa STAI Dipolisikan

Aksi salah seorang Mahasiswa berusaha menghalang-halangi wartawati yang sedang meliput demo.

WAKATOBI – Dalam menjalankan tugas jurnalistik, tak sedikit wartawan kerap mendapat perlakuan kurang menyenangkan. Seperti halnya dialami salah seorang wartawati asal Wakatobi bernama Tina Saputri.

Wartawati salah satu media online dihalang-halangi salah seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi, saat meliput aksi unjuk rasa mendesak ketua pengelola kampus mengundurkan diri, di depan kampus STAI, Sabtu (9/12).

Perbuatan tidak menyenangkan itu dilakukan mahasiswa semester tujuh jurusan Tarbiah atas nama Suaidin.

“Hp-ku jatuh. Katanya jangan liput saya, sambil tanganku dipukul saat sedang pegang hp. Dia dorong saya dan mau rampas ID card saya. Dia juga menutup kamera saya melarang mengambil gambar,” jelas sapaan Tina, Sabtu (9/12).

Atas tindakan itu, bersama rekan-rekan wartawan, Tina akan melaporkan perbuatan mahasiswa tersebut ke aparat berwajib.

Menanggapi kejadian ini, Sekretaris PWI Kota Baubau, Muh Ilor Syamsuddin menuturkan, tindakan mahasiswa tersebut wajib dilaporkan keaparat. Dan aparat harus memberikan tindakan tegas atas perlakukan dari mahasiswa tersebut, apalagi korbannya adalah perempuan.

“Aneh juga kadang ini orang-orang yang sering aksi. Giliran diliput, mereka halang-halangi wartawan. Giliran mereka yang diinjak-injak sama petugas, baru teriak mana wartawan, beritakan ini, rekam ini, dan lain-lain,” tuturnya mengecam. (p14/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top