Rakyat Sultra Online

Probiz

Kendari Jadi Pusat Bisnis Sagu Meambo Food

Pertemuan wartawan dengan perwakilan National Consultant on Communication Food and Agriculture Organization di salah satu warkop di Kota Kendari

KENDARI – National Consultant on Communication Food and Agriculture Organization (FAO) Reyza Ramadhan mengungkapkan, Kota Kendari akan menjadi pusat bisnis sagu Meambo Food. Kendari terpilih, karena di sini akan menjadi pusat sagu dunia.

Namun demikian, di mana masa mendatang, pangan menjadi isu krusial. Peningkatan jumlah penduduk, berkurangnya lahan pertanian, dan perubahan cuaca, mengancam ketersediaan pangan bagi penduduk dunia hingga tahun 2050. Sagu akan menjadi salah satu alternatif pangan dunia.

“Banyak langkah yang dilakukan untuk mengatasi ancaman tersebut, antara lain strategi diversifikasi atau penganekaragaman pangan. Dan bisnis sagu menjadi salah satu penganekaragaman pangan massa yang akan datang,” ujar Reyza usai kumpul bareng wartawan di Kendari, Jumat (8/12).

Untuk mengembangkan pangan sagu, pihaknya berangkat dari kelompok usaha sagu yang akan mengawal kegiatan dirantai tata petani dari hulu ke hilir. Suplai dari bahan baku sampai barang jadi.

“Mengenai detail produk, akan terkonsentransi di Kota Kendari yang akan menjadi pusat bisnisnya dan kami akan menyalurkan merek dagang dengan produk saguku dengan produk unggulan seperti biskuit sagu, chip sagu dan semua merupakan gluten free,” ucapnya.

Dikatakannya, warga binaan untuk kelompok, awalnya ada 25 orang dan anggotanya dibentuk dirapat awal. FAO katanya akan menginisiasi programnya mulai dari training, pembahasan akan memfasilitasi.

“Kedepan, mereka akan mandiri dan dikawal oleh Universitas Halu Oleo dan Dinas Ketahanan Pangan dan Bappeda Kota Kendari. Program ini sudah berjalan sejak 2015 dan berakhir di Desember 2017 ini,” paparnya.
Kelompok usaha meambo food ini, katanya, akan dipusatkan di Kelurahan Mata, Kota Kendari, karena disitu memang berkumpul semua dari rool matrealnya hingga menjadi barang jadi.

Ia menambahkan, hasil pemetaan FAO hanya dua lokasi yakni Konawe dan Konawe Selatan. Sebelum ke Sulawesi FAO ke Riau, Sulawesi Tenggara kemudian di Maluku sampai ke Papua. Namun dengan alasan jarak dan potensi sagunya serta kesiapan pemerintah daerah, pihaknya memilih Sulawesi Tenggara.

“Kami pusatkan di Konawe dan di Konawe Selatan untuk lokasi pengambilan bahan karena kami sudah prospek bahwa Kendari itu sudah jadi pusat bisnisnya. Karena Kami meminalisir jarak supaya mereka dapat tumbuh pelan-pelan dengan progres yang cepat,” pungkasnya. (p9/b/aji)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top