Headline

8.247 Maba UHO Ikut Pendidikan Bela Negara

Mahasiswa baru UHO saat mengikuti Pendidikan Karakter Bela Negara di Auditorium Mokodompit UHO, Jumat (8/12)

KENDARI – Sebanyak 8.247 mahasiswa baru Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti Pendidikan Karakter Bela Negara di Auditorium Mokodompit UHO, Jumat (8/12). Dengan tujuan, menumbuhkan rasa patriotisme bagi generasi penerus di masa depan.

8.247 mahasiswa yang mengikuti pendidikan karakter, dibagi lagi menjadi 19 gugus dari 18 fakultas yang ada di UHO dan diwajibkan kepada seluruh mahasiswa baru angkatan 2017.

Saat dimintai keterangan, La Ode Santiaji Bande selaku Ketua Panitia kegiatan mengatakan, terlaksananya pendidikan karakter ini berkat kerjasama Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Pertahanan RI melalui surat edaran Direktur Jenderal Pembelajaran Kemahasiswaan (Belmawa).

Katanya, sejumlah Tentara Negara Indonesia (TNI) perwakilan Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) serta Kepolisian Republik Indonesia (Polri)didaulat sebagai pemateri selama selama tiga hari tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan agar mengenalkan kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara, serta mahasiswa memahami peraturan akademik UHO, sehingga mereka memahami apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” ungkapnya, Jumat (7/12).

Ia mengungkapkan, TNI angkatan darat membawakan materi tentang tataran dasar bela negara dan sistem pertahanan semesta , kemudian TNI angkatan laut dan udara membawakan materi terkait dengan wawasan kebangsaan. Sementara, Polri akan membawakan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus dasar kebangsaan.

“Selain materi yang dibawakan TNI dan Polri, UHO juga akan tambahkan beberapa materi inti yang lain misalnya green living yang berkaitan dengan cinta kebersihan, cinta lingkungan dengan kepedulian mahasiswa yang sesuai dengan program UHO yang sedang digalakan yakni green kampus yang menjamin keterlibatan mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara itu, ada juga materi penguatan revolusi mental dan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi ancaman, seperti penyalahgunaan narkoba, paham radikalisme, terorisme, konflik antar mahasiswa.

“Semoga melalui kegiatan ini, bisa menumbuhkan cinta tanah air, lingkungan dan cinta kepada masyarakat sekitarnya, sehingga ke depan mahasiswa lebih proaktif dalam beradaptasi menjalin persahabatan antar mahasiswa,” tutupnya. (*/a)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top