KPU Sultra Pertanyakan Legalitas Hasil Survei – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Headline

KPU Sultra Pertanyakan Legalitas Hasil Survei

Ketua KPU Sultra Bersama Sejumlah Komisioner KPU Sultra Saat Rakor Bersama Empat Parpol Baru

KENDARI- Rilis data hasil survei dari beberapa lembaga survei jelang Pilgub Sultra 2018 mendatang, dipertanyakan kredibilitasnya oleh KPU Sultra. Pasalnya, mulai dari 12 Oktober 2017 lalu, KPU Sultra sudah membuka pendaftaran bagi lembaga survei yang ingin melakukan jajak pendapat ditengah masyarakat.

Ketua KPU Sultra Hidayatullah menegaskan, hingga saat ini tak satupun lembaga survei yang kemudian sudah mendaftar di KPU Sultra.

“Belum ada yang mendaftar di KPU,”terangnya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (5/12).

Pria yang akrab disapa Dayat itu mengaku, setiap lembaga survei wajib untuk mendaftar di KPU kalau ingin melakukan jajak pendapat. Dikatakannya, PKPU nomor 8 tahun 2017 sudah mengatur dengan jelas mekanisme tentang jajak pendapat.

Katanya, pasal 47 ayat 1 menyebutkan Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilihan dilakukan oleh lembaga yang telah terdaftar di KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota.

Selain itu, dalam melakukan jajak pendapat, lembaga survei wajib untuk mendaftar pada KPU setempat dengan menyerahkan dokumen berbagai doukumen seperti, akte pendirian/badan hukum lembaga, susunan kepengurusan lembaga, surat keterangan domisili dari desa atau sebutan lain/kelurahan atau instansi pemerintahan setempat, surat keterangan dari instansi yang berwenang yang menyatakan lembaga pelaksana Survei atau Jajak Pendapat dan pelaksana Penghitungan Cepat HasilPemilihan telah bergabung dalam asosiasi lembaga Survei atau Jajak Pendapat, dan beberapa persayaratan sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur dengan UU.

Katanya lagi, hasil survei dari lembaga survei seharusnya diberikan juga di KPU. Selain itu, sumber dana juga harus jelas, tidak bekerja untuk kepentingan tertentu.

“Lembaga survei itu harus mendaftar di KPU. Selain itu juga sumber dananya harus jelas, dan bagaimana metodologinya. Semuanya harus jelas,”pungkasnya. (*/a)

 

Click to comment
To Top