Tomat Jadi Penyumbang Terbesar Deflasi – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Probiz

Tomat Jadi Penyumbang Terbesar Deflasi

Atqo Mardianto

KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kelempok pengeluaran bahan makanan, terutama tomat buah menjadi penyumbang deflasi Kota Kendari pada November 2017. Besaran deflasi di Kendari tercatat 0,34 persen.
Secara nasional, dari 82 kota yang menghitung inflasi, 14 kota tercatat deflasi dan 68 kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di kota Tual yakni 2,74 persen dan deflasi terendah tercatat di kota Manokwari 0,02 persen.

“Sementara itu inflasi terbesar tercatat di kota Singaraja 1,80 persen, dan inflasi terendah tercatat kota Bekasi dan Palopo sebesar 0,02 persen,” kata Kepala BPS Sultra, Atqo Mardianto, Senin (4/12)
Dia menuturkan, deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan 0,30 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen, serta kelompok sandang 0,02 persen.

Sementara itu, kelompok yang tercatat inflasi yaitu kesehatan 0,001 persen, makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,001 persen. Dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,002 persen.

“Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah tomat buah, tomat sayur, daun kelor, celana dalam anak, bayam, kacang panjang, kangkung, kemeja panjang abtik, bawang merah, sawi hijau, terong panjang, dan ekor kuning bawang putih. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah sawi hijau, rokok putih, kemeja pendek katun, daging ayam kampung, celana panjang sersin, flash disk, dan baju muslim,” ucapnya.

Dia bilang, tingkat inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-November) 2017 tercatat 2,27 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) 2,40 persen.
“Inflasi pada periode yang sama untuk kota Baubau, tahun kalender (Januari-November) 2017 tercatat 2,24 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2017 terhadap November 2016) 2,84 persen,” tutupnya. (p9/b/aji)

 

Click to comment
To Top