Headline

Tolak Uang Logam, Didenda Rp 100 Juta

LM Bachtiar Zaadi

KENDARI – Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) Bidang Manajemen Intern dan Sistem Pembayaran, LM Bachtiar Zaadi menyebut, masyarakat yang melakukan transaksi dengan uang logam masih sah untuk dilakukan transaksi pembayaran jual beli.

Dirinya menegaskan, jika menolak sistem transaksi dengan uang logam, maka masyarakat akan didenda maksimal sebesar Rp 200 juta dan kurungan maksimal 1 tahun penjara. Karena transaksi dengan uang logam masih sah dilakukan.

“Kabar dimasyarakat tentang uang logam tidak berlaku itu tidak lah benar. Bank Indonesia yang punya kewenangan menegaskan bahwa uang itu masih berlaku dan sejauh ini penarikan uang logam itu belum ada. Jadi, uang logam yang beredar dimasyarakat masih tetap alat tukar yang sah dan tidak boleh ditolak di NKRI,” ungkap Bachtiar di kantornya, Rabu (29/11).

Dikatakannya, jika masyarakat merasa enggan atau berat menggunakan uang logam itu persoalan lain artinya pilihan bagi masyarakat kalau dia misalnya tidak mau menggunakan uang logam itu tidak masalah, yang terpenting jangan menolak transaksi menggunakan uang logam.

Dia menjelaskan, sepanjang bank Indonesia belum mengeluarkan pengumuman bahwa uang pecahan logam di tarik dari peredaran maka itu masih tetap sah dan masih berlaku.

“Jadi, masyarakat tidak boleh menolak transaksi dengan menggunakan uang logam. Karena kalau menolak uang logam itu bakal dikenakan denda dan kurungan penjara. Dimana uang logam merupakan rupiah yang sah karena uang rupiah itu menjadi amanat undang-undang nomor 7 tahun 2011 mengenai mata uang,” ucapnya.

Ia menambahkan, uang rupiah ada dua macam yakni uang rupiah logam dan uang rupiah kertas. “Barang siapa yang menolak transaksi uang rupiah baik logam maupun kertas yaitu akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling besar 200 juta rupiah. Jadi hati-hati karena uang logam pun yang mau digunakan dimasyarakat untuk bertransaksi itu masih sah dan wajib tidak boleh ada yang menolak rupiah. Kalau menolak rupiah sanksi pidana nya dari undang-undang tadi sudah jelas,” pungkasnya. (*/a)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
To Top