AMPAU Minta Dishub dan Polisi Tertibkan Mobil Plat Gantung – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Muna Raya

AMPAU Minta Dishub dan Polisi Tertibkan Mobil Plat Gantung

Anggota DPRD Muna saat menerima massa AMPAU, yang menuntut dilakukannya penertiban mobil angkot plat gantung oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Muna bersama aparat kepolisian, Selasa (28/11).

RAHA-Puluhan massa yang tergabung dalam barisan aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pemerhati Angkutan Umum (AMPAU) Kabupaten Muna menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Muna, Selasa (28/11). Massa yang dikoordinir oleh Sapril Gerhana ini menyuarakan keluhan para sopir angkutan umum (angkot) di Kabupaten Muna yang terusik dengan keberadaan angkot ‘plat gantung’ alias angkot illegal

Pasalnya, angkot ‘plat gantung’ merupakan mobil plat hitam yang beroperasi sebagai angkot tanpa memiliki lisenai atau izin trayek resmi dari Dinas Perhubungan. Keberadaan plat gantung ini kata Sapril justru ‘mematikan’ aktivitas angkot resmi yang ada di Muna. Olehnya itu AMPAU Muna meminta agar pemerintah daerah dan pihak kepolisian untuk segera menertibkan angkot yang menggunakan plat gantung ini.

Menyikapi tuntutan massa AMPAU, DPRD Muna melalui Komisi II yang dipimpin Ketua Komisi, La Samuri merekomendasikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Muna, agar segera melakukan investigasi dan pendataan jumlah angkot-angkot illegal. Komisi II DPRD Muna juga meminta Dishub agar segera membentuk tim khusus penertiban angkot illegal di Kabupaten Muna, serta menertibkan terminal-terminal bayangan yang ada di Kota Raha.

“Keresahan para sopir angkot ini menjadi tanggungjawab Dinas Perhubungan, agar segera berkoordinasi dengan Kepolisian dalam rangka penertiban angkot yang menggunakan plat gantung, dan terminal-terminal bayangan, agar para sopir angkot ini dapat mencari nafkah sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Irwan, anggota komisi II DPRD Muna ini.

Sementara itu Sekretaris Dishub Muna, La Ode Nifaki menyatakan, sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh para sopir angkot ini, demi ketertiban dan keamanan para sopir angkot yang memiliki lisensi atau izin trayek. Menyikapi hal ini, Nifaki menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan salah satu kepala bidang di Dishub Muna untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam rangka menyikapi keluhan para sopir angkot ini.

Nifaki juga menyambut positif saran dari anggota DPRD Muna untuk membentuk tim khusus penertiban angkot illegal di Muna. Langkah penertiban ini kata Nifaki tak bisa dilakukan hanya dalam waktu satu atau dua hari saja, tapi harus dilakukan secara terus menerus. “Menyikapi keluhan para sopir angkot ini kami tidak tinggal diam selama ini. Ketika ada laporan, kami langsung datangi di lokasi, tapi saat itu juga angkot illegalnya menghilang, tapi ketika kita kembali, mereka datang lagi,” curhatnya.

Langkah pembentukan tim ini lanjut Nifaki akan dikomunikasikan dengan Kepala Dishub Muna yang sedang berada di luar kota, dan Bupati Muna. (sra/hum)

Click to comment
To Top