Warga Samaturu Ditemukan Tewas di Sungai Sabilambo – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Kolaka Raya

Warga Samaturu Ditemukan Tewas di Sungai Sabilambo

Tim Basarnas Kolaka saat mengevakuasi korban di Sungai Sabilambo, Rabu (27/9) pagi.

KOLAKA – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Kolaka bersama aparat kepolisian berhasil menemukan Suparman (37), warga Kelurahan Tosiba, Kecamatan Samaturu, yang diduga terjatuh ke jurang di KM 17, Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako saat mengendarai sepeda motor. Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Suparman akhirnya ditemukan tewas di Sungai Sabilambo, Rabu (27/9) pagi.

Kepala Pos SAR Kolaka, Akbar mengatakan, pada Selasa (25/9) lalu, pihaknya memperoleh laporan dari keluarga korban tentang hilangnya korban. Selanjutnya, tim Basarnas dibantu aparat kepolisian langsung melakukan pencarian.

“Tanggal 24 September kemarin, warga setempat menemukan motor korban dengan nomor polisi DT 6464 YN di jurang. Kemudian tanggal 25 September itu, kami langsung melakukan pencarian setelah memperoleh laporan dari pihak keluarga korban,” kata Akbar saat ditemui di RS Benyamin Guluh Kolaka, Rabu (27/9).

Setelah 3 hari dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan tewas di Sungai Sabilambo pada Rabu (27/9) sekira pukul 08.15 WITA. Korban ditemukan tersangkut di batang kayu di Sungai Sabilambo sekitar 5 kilometer dari tempat ditemukannya motor korban.

“Saat kita temukan, kondisi korban sudah mulai membengkak dengan posisi tersangkut di batang kayu di Sungai Sabilambo,” ujarnya.

Selanjutnya, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim Basarnas Kolaka dan dibawa ke kamar jenasah Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) Kolaka.

Sementara itu, paman korban, Anwar mengatakan, korban yang berprofesi sebagai konsultan itu sudah hilang kontak dengan keluarga sejak 20 September lalu.

“Waktu korban sudah tidak bisa dihubungi oleh keluarga. Memang ada firasat buruk sampai akhirnya kita dapat informasi bahwa motor korban ditemukan di jurang,” lirihnya.

Saat ini, pihak keluarga memilih untuk mengantarkan jenasah korban untuk dimakamkan dan menolak dilakukan autopsi. (rs)

Click to comment
To Top