Kepemimpinan OJK Sultra Berganti – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Probiz

Kepemimpinan OJK Sultra Berganti

Mantan Kepala OJK Sultra, Widodo (kanan) bersama Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata (kiri).

KENDARI – Setelah merintis dan memimpin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra selama tiga tahun enam bulan, Widodo akhirnya harus dimutasi. Namun, serah terima jabatan baru akan dilaksanakan 3 Oktober 2017 mendatang di Grand Clarion Hotel Kendari. Serah terima akan dihadiri Komisioner OJK Pusat.

Widodo yang membesarkan OJK di Sultra dimutasi ke Malang, Jawa Timur juga selaku Kepala OJK. Posisinya diberikan kepada M. Fredly Nasution selaku Plt Kepala OJK Sultra dari OJK Bandung. “Serah terima jabatan (Sertijab) di Kota Kendari memang menyesuaikan agenda pengganti saya. Dia waktu itu sedang haji jadi nunggu pulangnya dulu. 3 Oktober baru akan sertijab di Kendari,” ujar Widodo via seluler, Rabu (27/9).

Sebelumnya, Widodo mengatakan menaruh harapan besar kepada Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sultra, terutama Bank Sultra dan BPR untuk menjadi regional champion atau menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Menuju ke sana, dia mengatakan kedua IJK ini harus berbenah dan terus mengembangkan diri mengikuti kemajuan teknologi saat ini.

“Karena pusatnya di Sultra dan pemegang sahamnya juga Pemda harusnya bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Untuk menjadi regional champion tentu harus menyetarakan kemampuan individual Sumber Daya Manusia (SDM), kelembagaannya, infrastruktur dan produk-produknya harus ada inovasi atau terbosan tidak hanya terpaku pada SOP yang ada. Namun harus mengembangkan diri,” harapnya.

Kemampuan dalam berinovasi tentunya didukung dengan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya yang dimiliki untuk menjawab tantangan-tangan kedepan. Apalagi menurutnya saat ini dunia dalam genggaman, hanya melalui smartphone manusia bisa melakukan transaksi tanpa mengenal batas dan negara.

Tantangan seperti ini yang harus bisa dihadapi IJK khususnya perbankan dalam hal ini Bank Sultra dan BPR yang dimulai dari memperbaiki pola kerja, budaya kerja, inovasi produk agar tidak ketinggalan dengan tekhnologi. “Untuk menjadi tuan rumah di daerah sendiri, ya harus menjawab tantangan seperti ini. Harus bisa keluar dari zona aman,” tandasnya. (rs)

Click to comment
To Top