Buton Miliki Satu Kawasan Transmigrasi – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Buton Raya

Buton Miliki Satu Kawasan Transmigrasi

Kadis Nakertrans Provinsi Sultra, Semu Alwi (tengah), Kadis Transmigrasi Kabupaten Buton, Asrudin (samping kiri).

* Lapokamata Dijadikan Motor Penggerak Ekonomi

PASARWAJO – Program transmigrasi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Guna mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, terus menggenjot potensi daerah yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program Pemerintah Pusat ini juga berdampak positif bagi Kabupaten Buton. Pasalnya sala satu kawasan yang terletak di Lapokamata, Kecamatan Lasalimu Selatan, ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi. Sebanyak 350 hektare lahan di Lapokamata diyakini mampu meningkatkan sumber pendapatan ekonomi dari daerah penghasil aspal ini.

Dikawasan ini dihuni sebanyak 107 Kelompok keluarga (KK) warga transmigrasi dari Pulau Jawa, Bali dan warga Kabupaten Buton yang mengikuti program transmigrasi.

Penempatan mulai tahun 2015 dan 2016. Masing-masing KK menempati lahan sesuai dengan perjanjian Pemerintah Provinsi, Kabupaten Buton dan Daerah asal transmigran, yang dituangkan dalam kerjasama antar daerah.

“Yang disiapkan menjadi hak-hak transmigrasi itu diantaranya lahan pekarangan itu 0,25 ha, lahan 1 sebesar 1 ha, dan lahan 2 itu sebesar 2 ha, itu yang  tertuang dalam KSAD,” kata Kadis Transmigrasi Kabupaten Buton Asrudin, ditemui dikantor Bupati Buton, Selasa (26/9).

Diakatakannya, sejauh ini hanya di Lapokamata yang ditetapkan sebagai kawasan transmigrasi. Dikawasan ini potensi perekonomian mulai berkembang bahkan sudah memasarkan hasil pertaniannya.

“Sudah berkembang dan sudah ada hasil pertaniannya dan sudah mereka pasarkan antara lain sayur-sayuran, tanaman holtikultura dan umbi-umbian dan lain-lainnya,” jelasnya.

Untuk pengembangan tahun-tahun kedepan, pihaknya masih menunggu surat keputusan (SK) kementerian desa dan transmigrasi. Kata dia, pihaknya mengusulkan untuk penempatan rencana kawasan transmigrasi mencakup 4 kecamatan yaitu kecamatan Molowa, siotapina, lasalimu Selatan dan Lasalimu.

Dijelaskannya juga Dinas Transmigrasi berkomitmen menjadikan kawasan Buton bernilai ekonomi dan Buton makin terdepan, disamping itu bisa meningkatkan kesejahteraan warga transmigrasi.

Ditempat sama Kadis Nakertrans Provinsi Sultra, Saemu Alwi mengatakan guna mengembangkan Lapokamata sebagai pemukiman masyarakat transmigrasi yang berdaya saing sehingga mendongkrak program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara  swasembada pangan, Kementrian Desa dan  transmigrasi melalui Dinas tenaga kerja Kabupaten dan Provinsi sementara menyusun perencanaan selama lima tahun kedepan.

“Harus dibuat rencana lima tahun kedepan mau dibuat apa itu masyarakat. Jadi hari ini kita ekspose hasil kajian pengembangan  masyarakat dilokasi Lapokamata Kabupaten Buton,” katanya.

Dijelaskannya, pengembangan permukiman kawasan ini membahas terkait potensi perekonomiannya, sosial budayanya, kelembagaan masyarakat, sarana dan prasarananya, pendidikan serta kesehatannya.

“Semua kita buatkan perencanaannya nanti terakhir kita menghasilkan matriks seperti apa lima tahun kedepan, mau dijadikan apa, siapa yang terlibat, darimana sumber pendanaannya, itu terungkap semua dalam hasil kajian, ini baru laporan awal masih ada kajian selanjutnya sampai dengan 31 Desember, sebelum diekspos ke Jakarta,” pungkasnya.

Menurut Semu Alwi, hasil kajian tersebut juga akan dipedomani oleh SKPD terkait dalam mengembangkan kawasan Lapokamata sebagai kawasan atau motor penggerak ekonomi melalui program pengembangan transmigrasi. (rs)

Click to comment
To Top