Rektor USN Bicara Perlawanan Radikalisme – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pendidikan

Rektor USN Bicara Perlawanan Radikalisme

Rektor USN Kolaka, Azhari mendampingi Menristekdikti, Muhammad Nasir saat konferensi pers mengenai deklarasi Perguruan Tinggi melawan paham radikalisme di Auditorium Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, pekan lalu.

KOLAKA – Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka), Azhari didaulat menjadi narasumber mendampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir dalam konferensi pers mengenai deklarasi Perguruan Tinggi melawan paham radikalisme. Konferensi pers bersama itu dilakukan dengan 330 pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah Kopertis Wilayah III DKI Jakarta, di Auditorium Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cawang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

“Saya sebagai salah satu tim perumus baru saja kami dari perwakilan Steering Commite Nasional meghadiri deklarasi awal untuk PTS se-Jakarta di UKI. Saya bersama Prof. Zainal Abidin mewakili Steering Commite dan perumus, juga melakukan konferensi pers bersama dalam rangka persiapan deklarasi di Bali yang akan dihadiri Presiden Jokowi dan 4 ribuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia,” kata Azhari melalui pesan WhatsApp miliknya, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Azhari bersama Menristek Dikti dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Suhardi Alius, Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo dan Dirjen Pembelajaran Dikti Paristiyanti Nurwardani beserta Ketua Steering Commite yang juga rektor IAIN Palu, Zainal Abidin.

Deklarasi itu kata Azhari, merupakan langkah awal yang dilakukan para pemimpin perguruan tinggi di DKI Jakarta untuk melawan paham radikalisme di Indonesia.

Rencananya deklarasi tersebut akan dihadiri oleh presiden RI, Joko Widodo bersama 4 ribuan pimpinan perguruan tinggi se Indonesia sejak 25 hingga 26 November di Nusa Dua, Bali. Selain itu, Menteri Agama, Kapolri beserta anggota unit kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudi Latif dan Syafii Maarif juga direncanakan hadir.

Pada deklarasi yang akan berlasung di Bali itu, Azhari kembali ditunjuk untuk memimpin komisi rencana dan tindak lanjut kegiatan pasca deklarasi. Azhari menerangkan, sampai saat ini, sudah ada 2.700 pemimpin perguruan tinggi telah menyatakan kesediaannya untuk mengikuti deklarasi melawan radikalisme tersebut.

“Jumlah komisi ada tiga, dua lainnya komisi rekomendasi dan pleno akhir. Saya ditunjuk memimpin komisi rencana dan tindak lanjut kegiatan pasca deklarasi,” katanya.

Dalam konferensi pers bersama itu, Azhari menghimbau semua pimpinan perguruan tinggi se Indonesia dan khususnya di Sultra agar dapat menghadiri sesuai undangan panitia, sesuai dengan penegasan Menristek Dikti dan Menteri Agama RI.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah III, Illah Sailah mengatakan, Perguruan Tinggi dituntut menjadi garda terdepan dalam pengembangan sumberdaya manusia.

Di era yang sangat terbuka saat ini yang mana disertai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, Sailah mengatakan perkembangan arus informasi akan sangat pesat mengalir. Oleh sebab itu, ia berpesan agar kabar baik tentang arus informasi dapat dimanfaatkan oleh Perguruan Tinggi dengan sebaik-baiknya untuk mempercepat pembelajaran serta meningkatkan mutu Pendidikan.

“Perlu diwaspadai juga oleh pimpinan Perguruan Tinggi bahwa sangat dimungkinkan adanya pemanfaatan negatif teknologi informasi dan komunikasi sebagai media untuk menggalang kesepakatan dan gerakan yang anti Pancasila, anti NKRI, dan anti keberagaman,” katanya.

Senada dengan hal itu, Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan, perubahan teknologi yang begitu pesat harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam menerima informasi. Ia juga meminta agar nilai-nilai Pancasila diterapkan di setiap kampus untuk mencegah perpecahan.

“Apapun kampusnya, apapun universitasnya, tetap satu adalah untuk Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 79 rektor universitas yang tersebar di 12 provinsi berkumpul di Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali, Kamis (27/7) lalu. Mereka menggelar focus group discussion (FGD) membahas cara mengantisipasi fenomena radikalisme dan terorisme.

Dalam FGD itu, sebanyak 79 rektor dari 79 Perguruan Tinggi tersebut sepakat menjadi Steering Comittee dan Pengundang untuk mendeklarasikan pertemuan rektor seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan pada bulan Semptember ini, di Bali. (rs)

Click to comment
To Top