Pilgub Termahal Resmi Diluncurkan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pilkada

Pilgub Termahal Resmi Diluncurkan

Komisioner KPU Sultra, Anggota KPU RI Ilham Saputra, Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, dan Sekretaris Pemprov Sultra Lukman Abunawas saat meluncurkan tahapan pemilihan Gubernur Sultra 2018. Pilgub paling mahal selama pilkada di Sultra ini akan dilaksanakan 27 Juni 2018

KENDARI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara resmi meluncurkan tahapan pemilihan Gubernur Sultra di Hotel Zahra Syahriah Kendari, Sabtu (23/9) malam.  Peluncuran tahapan pesta demokrasi itu dihadiri Anggota KPU RI Ilham Saputra, Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo dan Sekretaris Pemerintah Provinsi Sultra Lukman Abunawas.

Adanya peluncuran tahapan pemilihan gubernur (pilgub) menjadi tanda bahwa KPU Sultra dan 17 KPU kabupaten kota se-Sultra sudah siap menyelenggarakan pesta demokrasi 27 Juni 2018.  Pemilihan Gubernur Sultra 2018 kali ini rupanya menjadi paling mahal sepanjang  sejarah gelaran pilkada di Sultra.

Bagaimana tidak, Pemerintah Provinsi Sultra menggelontorkan anggaran ke KPU Sultra mencapai Rp 258 miliar.  Dari Rp 258 miliar itu,  Rp  10 miliar di antaranya disiapkan untuk menghadapi pemungutan suara ulang (PSU).

Besarnya ongkos pilgub itu berbanding terbalik ketika pemilihan Gubernur Sultra 2013. Saat itu, dana yang diberikan KPU Sultra untuk melaksanakan tahapan pilgub sekira Rp 80 miliar.

Ketua KPU Sultra Hidayatullah menjelaskan dana pilgub yang mereka usulkan ke Pemprov Sultra awalnya Rp 400 miliar.

“Setelah dievaluasi, dana yang disetujui sebanyak Rp 258 miliar. Dari jumlah itu, Rp  10 miliar di antaranya kami siapkan untuk PSU. Kalau  tidak ada PSU, dana itu akan kami kembalikan ke kas daerah,” ulasnya.

Dia berjanji akan memanfaatkan dana itu sebaik-baiknya dan akan mempertanggungjawabkan penggunaan  dana tersebut. Pihaknya pun berharap anggaran itu bisa menyukseskan pesta demokrasi.

Hidayatullah memastikan KPU Sultra beserta KPU 17 kabupaten kota sudah siap menjalankan tahapan pilgub.Selain pilgub, katanya, mereka juga menjalankan tahapan Pemilu 2019.  Adapun KPU Kolaka, KPU Baubau, dan KPU Konawe akan menjalankan tiga tahapan. Selain tahapan pilgub dan Pemilu 2019, mereka melaksanakan  pemilihan wali kota atau bupati di daerahnya masing-masing.

“Olehnya itu, pilgub ini butuh fokus dan perhatian kita semua baik dari KPU provinsi maupun KPU kabupaten kota,” jelasnya.

Anggota KPU RI Ilham Saputra tidak menampik dana yang diberikan Pemerintah Provinsi Sultra dalam menjalankan tahapan pilgub begitu besar. Namun dana itu sudah dihitung secara rinci untuk menyukseskan pilgub.

 Menurutnya besarnya anggaran pilgub kali ini salah satunya disebabkan oleh biaya alat peraga kampanye. Dulu, kata dia, alat peraga kampanye menjadi tanggung jawab masing-masing calon kepala daerah.

“Sekarang, alat peraga kampanye itu disiapkan oleh kami,” jelasnya.

Dengan siapnya dana itu, KPU pun sudah siap menyelenggarakan pesta demokrasi. Ilham berjanji akan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Karena itu, ia meminta kepada kontestan pilkada untuk menghormati betul peraturan perundang-undangan yang ada dalam proses pemilihan Gubernur Sultra.

“Kalau ada keberatan, kita punya Bawaslu. Kalau ada indikasi pelanggaran petugas kami, ada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Kita tidak inginkan, (kandidat) melakukan pengancaman dan demo di kantor,” imbaunya. (rs)

Click to comment
To Top