DPD II Tak Ajukan Ali Mazi – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pilkada

DPD II Tak Ajukan Ali Mazi

Suasana Rapimdasus Partai Golkar di Hotel Grand Clarion Kendari, Sabtu (23/9). Dalam rapimdasus, Ketua Golkar Ridwan Bae memutuskan tidak maju dalam pemilihan Gubernur Sultra.

*Ridwan Bae Mundur

KENDARI – Kondisi politik menjelang pemilihan Gubernur Sultra terus diwarnai kejutan. Kali ini, Ketua DPD Partai Golkar Sultra Ridwan Bae mengumumkan tidak akan maju dalam pemilihan Gubernur Sultra. Penegasan Ridwan untuk mundur dalam bursa pemilihan gubernur disampaikan  di hadapan ratusan kader Golkar dalam rapat pimpinan daerah khusus (rapimdasus) Partai Golkar Sultra di Hotel Grand Clarion Kendari, Sabtu (23/9).

Ridwan mengaku keputusannya  tidak maju dalam pesta demokrasi bukan karena beredarnya video Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid di Makassar beberapa waktu lalu. Dalam video itu, Nurdin menyebut kalau Golkar akan berkoalisi dengan NasDem mengusung Ali Mazi.

Ridwan mengatakan keputusannya mundur dari bursa pemilihan gubernur sudah dipertimbangkan dengan matang. “Belum waktunya saya untuk maju dan kita akan cari orang yang lebih layak untuk maju,” jelasnya.

Ridwan meminta kader Golkar Sultra tidak kecewa atas keputusannya. Ia pun menyerahkan DPD II Partai Golkar se-Sultra  untuk mengajukan calon  yang dianggap bisa membawa kejayaan partai berlambang pohon beringin rimbun di Sultra.

Setelah tiga jam menyampaikan pengunduran dirinya, 17 DPD II Partai Golkar se- Sultra akhirnya mengambil  inisiatif untuk mencari pengganti Ridwan Bae dalam rapimdasus.   Hasilnya pun cukup mengejutkan. Pasalnya 17 DPD itu sama sekali tidak mengusulkan nama Ali Mazi yang juga bekas petinggi Partai Golkar Sultra ke DPP. Mereka hanya mengajukan Bupati Muna LM Rusman Emba dan Wali Kota Kendari Asrun sebagai calon Gubernur Sultra dari Partai Golkar.

Ketua DPD II Partai Golkar Muna Barat Uking Djasa yang mewakili 17 DPD Partai Golkar se-Sultra menjelaskan, alasan mereka mengajukan Rusman Emba dan Asrun untuk diusulkan sebagai calon gubernur karena berdasarkan pertimbangan masa lalu, masa kini dan masa depan.

Di masa lalu, katanya, Rusman pernah menjadi Anggota DPRD Muna dan Ketua DPRD Sultra dari Golkar. “Kini, beliau sudah menjadi Bupati Muna meskipun melalui partai lain. Di masa depan, kami yakin beliau akan membesarkan Golkar,” jelasnya.

Sementara Asrun, katanya, berhasil menjadi Wali Kota Kendari dua periode. Bahkan selama membangun Kendari, Asrun mampu memajukan ibu kota tanpa utang. Uking menilai dua nama yang mereka ajukan ini tentu belum sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) pengusulan calon ke DPP.  Dalam juklak, kata dia, kandidat yang disodorkan ke DPP minimal tiga nama. Olehnya itu, mereka meminta DPD I Partai Golkar Sultra menambah satu nama untuk diusulkan ke DPP.

Menyikapi hal itu, Ridwan berjanji akan segera melaksanakan rapat pleno untuk menambah satu nama yang akan diajukan ke DPP. Setelah rapat pleno, pihaknya akan menyodorkan tiga nama paling lambat 29 September 2017 ke DPP.

Terkait tidak adanya nama Ali Mazi yang diusulkan oleh DPD II, Ridwan  mengaku heran. “Saya juga heran. Golkar Wakatobi, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton dan Baubau tidak ada yang usulkan dia. Padahal, itu kampungnya (Ali Mazi).Jujur, saya tidak pernah  memengaruhi DPD II. Karena pada saat mengajukan dua calon, saya lagi terima tamu di lantai 15 (Hotel Clarion),” jelas Anggota DPR RI daerah pemilihan Sultra ini.

Menurutnya kandidat yang akan didukung dalam pemilihan Gubernur Sultra dari Partai Golkar merupakan wewenang dewan pimpinan pusat. Bisa saja, kata dia, DPP akan menentapkan kandidat gubernur di luar dari tiga nama yang mereka ajukan.

“Tapi tentu, mereka akan berkoordinasi dengan saya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Sultra. Dan pak Ali Mazi, masih punya peluang untuk diusung Partai Golkar,” tegasnya.

Lukman Abunawas sendiri menanggapi santai tidak adanya nama Ali Mazi dalam usulan DPD II Partai Golkar.  Pendamping Ali Mazi ini mengatakan,  usulan dua nama itu merupakan versi  Ridwan Bae.

“Silakan saja. Tapi, finalnya kan di DPP. Karena pengambil keputusan tertinggi adalah DPP dan  yang mengeluarkan rekomendasi juga adalah DPP. Jadi sah-sah saja,” kata Lukman saat ditemui usai peluncuran tahapan pilgub di Hotel Zahra Syahriah.

Kendati tidak diajukan ke DPP, namun dia berharap Ali Mazi bisa mendapat dukungan Golkar dalam pemilihan Gubernur Sultra. Menurutnya ada lima provinsi dimana Partai Golkar dan Partai NasDem akan berkoalisi. Kelima daerah itu adalah Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.  Di Sultra sendiri, NasDem condong berada di gerbong Ali Mazi . (rs)

Click to comment
To Top