Unhas Presentase Tata Ruang Kawasan Wakatobi – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Buton Raya

Unhas Presentase Tata Ruang Kawasan Wakatobi

Unhas mempresentasekan hasil kerja rencana tata ruang Wakatobi.

WAKATOBI – Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, mempresentasekan hasil kerja penyusunan tata ruang kawasan strategis kabupaten Wakatobi.

Tim yang diketuai Prof Dr Sumbangan Baja  ditunjuk Pemda Wakatobi, bekerja merancang rencana tata ruang.

Hasil kajiannya pun dipresentasekan melalui seminar yang digagas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wakatobi, berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, (12/9). Dihadiri seluruh perangkat OPD lingkup Pemda Wakatobi.

Dari pemarannya, tiga pulau diantaranya, Wangiwangi, Kaledupa dan Tomia telah selesai disusun tata ruangnya.

Ketua tim, Prof Dr Sumbangam Baja memaparkan, timnya telah melakukan survey lapangan yang sangat detil mulai dari citra resolusi tinggi standar nasional hingga menggunakan perangkat drone, dan berbagai macam kegiatan yang sifatnya wawancara melalui FGD bersama masyarakat.

Menurutnya, proses ini belum tuntas sempurna, sebab Wakatobi masuk kawasan strategis pariwisata, BOP, taman nasional dan cagar biosfer level dunia, sehingga ditinjau kembali melalui seminar tersebut.

“Sehingga penyusunan tata ruang kawasan kabupaten harus disinergikan dengan rencana besar baik propinsi, nasional maupun daerah,” paparnya.

Tiga pulau yang disurvei masing-masing memiliki berbedaan tersendiri. Stressing (penekanan) Pulau Kaledupa adalah sosial budaya. Sedangkan Tomia fokus pada eko wisata, sementara pulau Wangiwangi sebagai ibu kota kabupaten sebagian wilayahnya akan dijadikan kawasan perkotaan sebagai pusat jasa pariwisata dan maritim, pemerintahan serta pusat pelayanan sosial ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi, Muhamad Ilyas Abibu menambahkan, keunikan geografis kabupaten Wakatobi menjadi pilihan dibentuknya rencana tata ruang untuk rujukan pembangunan wilayah itu. Mengingat kawasan tersebut berada di taman nasional, badan otoritas pariwisata dan Pemerintah Daerah.

“Jadi masyarakat harus memberikan saran dan masukan terkait hasil rencana tata ruang ini, karena masyarakat lebih tahu apa yang terjadi di daerahnya,” kata Ilyas Abibu.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PU Wakatobi, Faisal Rahmat menjelaskan, hasil presentase tersebut setelah disetujui semua pihak selanjutnya akan di Perdakan untuk memenuhi kawasan daerah yang teratur pembangunannya. (rs)

Click to comment
To Top