Tiga Dokter Ahli Hengkang dari Muna – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Muna Raya

Tiga Dokter Ahli Hengkang dari Muna

ilustrasi

RAHA – Pemerintah Kabupaten Muna harus benar-benar memperbaiki kebijakan dalam hal pemberian insentif bagi dokter ahli yang bertugas di Muna. Pasalnya, insentif dokter ahli di Muna masih berada di bawah standar atau berkisar Rp10 juta per bulan, masih jauh tertimggal dati daerah lain yang memberikan insentif Rp25 juta hingga Rp30 juta per bulan. Maka tak salah jika sejumlah dokter ahli yang bertugas di Muna memilih hengkang ke daerah lain yang jauh lebih baik dalam memberikan insentif.

Diwawancarai jurnalis koran ini, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, dr Agus Susanto,Sp.An menyebut, sudah tiga dokter spesialis yang hengkang dari Muna, yakni dua orang dokter spesialis anak yang memilih pindah ke Kendari dan satu orang dokter spesialis kebidanan (kandungan) memilih pindah ke Kabupaten Muna Barat. Akibatnya, RSUD Muna saat ini sudah tak lagi memiliki dokter spesialis anak. “Dua-duanya (dokter spesialis anak-red) sudah pindah ke Kendari,” ucap dr Agus.

Kepindahan tiga dokter spesialis ini kata dia, terkait dengan kondisional di Muna. Salah satunya, insentif dokter yang masih berada di bawah standar. “Ini situasional. Seorang dokter apesialis akan bertahan jika ia merasa nyaman di tempat itu. Ini akan menjadi bahan evaluasi kita,” ujarnya.

Keberadaan dokter spesialis kata dr Agus sangat penting untuk menunjang pelayanan di RSUD modern saat ini. Kata dia, RSUD Muna hanya terdapat delapan dokter spesialis, di antaranya satu orang dokter spesialis kebidanan, spesialis THT, ahli syaraf, ahli dalam dan ahli anastesi.

Sementara untuk bisa mempertahankan status RSUD Muna sebagai rumah sakit tipe C, maka dituntut untuk menyediakan empat dokter spesialis dasar dan tiga orang dokter spesialis lainnya.

“Rumah sakit tipe C harus memiliki dokter spesialis untuk empat keahlian dasar, masing-masing dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis kandungan dua orang, spsialis anak dua orang, dokter spesialis bedah dua orang, ahli dalam dua orang dan spesialis anak dua orang, serta memiliki tiga dokter spesialis lain sebanyak tiga orang yakni spesialis anastesi, radiologi dan patologi klinik,” sebutnya.

Untuk bisa memenuhi syarat tersebut, saat ini RSUD Muna tengah melakukan upaya-upaya untuk mempertahankan status RSUD Muna sebagai rumah sakit tipe C, salah satunya adalah menambah insentif bagi dokter spesialis. “Kita berharap dengan menaikkan insentif dokter ahli setara dengan daerah-daerah lain, maka mereka dapat tertarik untuk bertugas di Muna,” harapnya. (rs)

Click to comment
To Top