Direktur RSUD Tidak Tau Kalau Ada Bayi Meninggal – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Muna Raya

Direktur RSUD Tidak Tau Kalau Ada Bayi Meninggal

dr Agus Susanto

RAHA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna, dr Agus Susanto, Sp.An mengaku belum mendengar adanya informasi mengenai kasus kematian bayi dari pasangan Unyil (35) dan Reni (33), warga Desa Wabahara Kecamatan Duruka yang lahir secara secar di RSUD Muna, Sabtu (9/9).

Bukan hanya itu, bahkan pengganti dr Tutut Purwanto ini juga mengaku belum tahu jika instansi yang ia pimpin saat ini sedang dipolisikan. “Saya baru dengar informasi ini dari media hari ini. Kalau keluarga pasien mempolisikannya. Itu adalah hak setiap warga negara,” kata dr Agus.

Ditanya soal penyebab kematian bayi tetsebut, dr Agus belum bisa berbicara banyak, karena informasinya baru ia ketahui. Namun ia membantah jika dokter ahli kandungan, dr Tamsila yang menangani pasien tersebut, lamban memberikan penanganan.

“Tidak mungkinlah seorang dokter lamban melakukan penanganan medis, karena hal itu merupakan tanggung jawab moril seorang dokter. Ketika pasien diberi ruangan, infus dan lain-lainnya, itu adalah bagian dari penanganan pasien. Dokter ahli tidak harus setiap saat berada di rumah sakit, karena di sana ada petugas medis, bidan atau perawat. Kalau keadaan pasien mendesak untuk dioperasi, biar jam sepuluh malam kami melakukan tindakan operasi,” jelas dr Agus Susanto ketika dikonfirmasi jurnalis koran ini kemrin.

Mengenai sejumlah obat seharga Rp1,9 juta yang harus dibeli oleh kekuarga pasien sebelum operasi cesar dilakukan,  dr Agus menjelaskan bahwa bisa jadi pasin tersebut mengalami keadaan tertentu di mana obat tersebut tak tersedia di rumah sakit.

“Ada obat-obat tertentu yang jarang digunakan oleh dokter untuk mengobati pasien sehingga tidak diadakan di rumah sakit. Pertimbangannya, kalau obat itu diadakan kemudian tak digunakan, maka akan mubazir,” jelasnya. (rs)

Click to comment
To Top