Banyak Kades Salah Artikan Dana Desa – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Kolaka Raya

Banyak Kades Salah Artikan Dana Desa

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Azhari saat kunjungan kerja di Kolaka Timur (Koltim), Selasa (12/9).

TIRAWUTA – Sejak Selasa (14/7) lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Azhari yang menggantikan Sugeng Djoko Susilo mulai melakukan kunjungan di beberapa daerah di Sultra. Dalam kunjungannya di Kolaka Timur (Koltim), Selasa (12/9) Kajati mengurai persoalan pengawalan keuangan negara termasuk pengelolaan dana desa (DD) yang ada di daerah.

Mantan Wakajati Propinsi Jambi ini mengatakan dalam proses pengawalan keuangan negara di daerah ditandai  terbentuknya tim TP4D sebagai mitra pendamping pembangunan di daerah.

Kajati yang baru sebulan menjabat ini mengungkapkan terkait pengelolaan dana desa yang mana banyak disalahartikan oleh masyarakat jika dana desa itu adalah ‘dana kepala desa’.

“Jadi saya tekankan dana desa itu bukan dana kepala desa. Ada anggapan DD itu milik pribadi, ini penyebab banyaknya kepala desa terlibat masalah hukum sehingga dalam pengelolaannya banyak disalahgunakan,” terang Azhari, dalam kunjungannya di Koltim, Selasa (12/9).

Pengelolaan dana desa harus tepat sasaran. “Inilah salahsatu fungsi terbentuknya TP4D sebagai pendamping pengawasan penggunaan dana desa. Olehnya itu setiap kepala desa harus transparan dalam mengelola keuangan negara, tapi kalau sudah diedukasi namun tetap salah apa boleh buat maka kita akan proses,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Koltim, Tony Herbiansyah mengatakan terbentuknya tim TP4D ini mampu memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pembangunan di Koltim.

Selain itu, Tony menuturkan hingga kini pengelolaan dana desa di Koltim mendapat pengawalan yang ketat dari pihak kejaksaan. “Tahun lalu kita sudah anggarkan kendaraan operasional bagi tim TP4D untuk mengawal pengelolaan DD di seluruh desa di Koltim,” ucapnya.

Tony juga mengurai beberapa proyek pembangunan yang ada di Koltim. “Ada sekitar 95 persen jembatan di Koltim jembatan kayu, namun saat ini 65 persen sudah teratasi,” ucapnya.(rs)

Click to comment
To Top