Diduga Lalai Tangani Pasien, RSUD Muna Dipolisikan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Muna Raya

Diduga Lalai Tangani Pasien, RSUD Muna Dipolisikan

Bayi yang meninggal di RSUD Muna

RAHA – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Muna kembali menjadi sorotan publik, lantaran diduga lalai dalam menangani pasien ibu melahirkan di rumah sakit tersebut. Alhasil, seluruh manajemen dan lembaga RSUD Muna dilaporkan ke kepolisian lantaran dinilai lamban memberikan tindakan medis terhadap Reni (33), salah satu pasien yang melahirkan, warga Desa Lagasa Kecamatan Duruka pada Sabtu (9/9).

Diduga sebagai akibat kelalaian tersebut, Istri dari Unyil (35) yang lahir secara operasi secar pada Sabtu pagi (9/9) itu meninggal dunia di dalam kandungan. Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Muna belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kematian sang bayi. Ketika jurnalis koran ini mencoba mengonfirmasi Direktur RSUD Muna, dr Agus, Senin (11/9), yang bersangkutan sedang tak berada di Rumah Sakit.

“Banyak yang janggal pada tubuh bayi, kulitnya terkelupas. Saya sudah laporkan kasus ini ke pihak kepolisian” kata Unyil, ayah korban yang didampingi Machdin, salah seorang LSM di Muna.

Sementara itu Kapolres Muna, AKBP agung Ramos P Sinaga, membenarkan adanya laporan itu di Polres Muna. “Laporannya sudah masuk ke Polres, saat ini masih dalam lidik mengenai penyebab kematian bayi tersebut,”kata Kapolres.

Kejadian ini bermula ketika sang ibu, Reni mengeluhkan sakit pada kandungannya pada Jumat (8/9) sekitar pukul 08.00 Wita. Ia kemudian memeriksakan kandunganya ke bidan desa, bidan Masri. Karena tak kunjung ada perkembangan pembukaan, sang bidan kemudian merujuknya ke RSUD Muna hari itu juga sekitar pukul 14.00 Wita.

Di ruang bersalin, Reni diperiksa petugas piket dan dinyatakan belum waktunya untuk melahirkan. Reni lalu dirawat di tempat itu, kemudian pada pukul 19.00 Wita, petugas medis kembali melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Saat itu bidan menyatakan bahwa jantung bayi sudah tak berdenyut.

Suaminya (Unyil-red) kmudian mempertanyakan, alasan petugas sehingga belum melakukan tindakan hingga bayinya harus meninggal dalam kandungan. Petugas saat itu menjawab, masih menunggu dokternya.

Pasien baru mendapatkan penanganan dokter pada pukul 21.00 Wita, setelah puluhan keluarganya sudah mengamuk di rumah sakit.  Bahkan Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Parentongan Sinaga turun langsung ke rumah sakit untuk menenangkan keluarga pasien.

Kapolres juga sempat menemui dokter ahli kandungan, dr Tamsila yang menangani pasien Reni. Tindakan operasi cesar kemudian dilakukan terhadap ibu dan bayinya. Namun sayang, nyawa sang bayi tak bisa tertolong lagi.  Sang bayi lahir dalam kondisi tak bernyawa. Bahkan kondisi badan bayi tersebut cukup mengenaskan, karena hampir seluruh kulitnya terkelupas. (rs)

Click to comment
To Top