Bank Sultra-Jasindo Dorong Ekonomi Petani dan Nelayan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Buton Raya

Bank Sultra-Jasindo Dorong Ekonomi Petani dan Nelayan

Sosialisasi kredit kepada petani rumput laut dan nelayan yang digelar oleh Bank Sultra bersama asuransi Jasindo, Senin (11/9).

WAKATOBI – Bank Sultra bersama asuransi Jasindo, Senin (11/9) menggelar sosialisasi kredit kepada petani rumput laut dan nelayan, dengan dukungan Pemda Wakatobi.

Kegiatan dihadiri seluruh nelayan dan petani rumput laut se Liya Raya, berlokasi di kantor Desa Liya Bahari Indah, kecamatan Wangiwangi Selatan.

Kegiatan bertujuan memberi pencerahan dan perubahan kepada masyarakat, kaitannya dengan modal usaha maupun asuransi jiwa dari Bank Sultra dan Jasindo.

Nelayan yang telah terdaftar akan diberikan santunan Rp 160 juta hingga Rp 200 juta oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) melalui Jasindo.

Dihadiri pihak Pemda, Sekretaris Daerah (Sekda) Waatobi, Muhammad Ilyas Abibu dan pemateri oleh Direktur kepatuhan PT Bank Sultra, Dr La Utu bersama wakil kepala cabang Jasindo Suktra, Windy.

“Dari dulu kita ingin bersinergi dengan masyarakat tapi selalu ada hambatannya terutama petani rumput

Laut,” kata Direktur kepatuhan Bank Sultra, La Utu.

Ia menghimbu, melalui forum sosialisasi tersebut para petani mendisusikan kendala selama ini sehingga ada kesinambungan dengan harapan kredit yang diberikan bisa tepat sasaran.

“Didiskusikan sehingga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat kira-kira pola kredit yang seperti apa yang cocok. Bukan kita dari pihak bank yang menentukan,” katanya.

Ia berharap pesisir wakatobi bisa menjadi pusat rumput laut terbesar di indonesia.

Kegiatan serupa telah dilakukan diseluruh pelosok daerah se Sultra melibatkan para nelayan, petani hingga pelaku usaha kecil menengah.

Sekda Ilyas dalam sambutannya megapresiasi langkah Bank Sultra dan Jasindo menggagas pertemuan itu dalam rangka memajukan pembangunan. Sebab, program ini sangat terintegrasi dengan program Pemda dalam hal mensejahterakan perekonomian masyarakat Wakatobi.

Ia menjelaskan, data statistik potensi ruput laut seluas 58 ribu hektar di seluruh pelosok Wakatobi.

“Tapi sangat disayangkan, dari potensi ini baru sekitar 160 ton rumput laut yang kita hasilkan pertahun,” tuturnya.

Jika potensi ini diseriusi lanjut Ilyas, Wakatobi bisa dipastikan kedepan akan menjadi lumbung rumput laut untuk Indonesia.

Meurutnya kapsitas usaha perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan lahan, tenaga, pemsaran dan permodalan yang tersedia

“Nah sosialisas kredit ini salah satu usah mningkatkan usaha kita sehingga bisa menjadi penopang kehidupan,” tuturnya.

Ia pun berharap masyarakat memanfaatkan peluang kredit dan asuransi ini. (rs)

Click to comment
To Top