SDN 13 Baruga dan SMPN 1 Terapkan LHS – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pendidikan

SDN 13 Baruga dan SMPN 1 Terapkan LHS

Suasana proses belajar mengajar di SMPN 1 Kendari, Jumat (11/8).

KENDARI – Penerapan lima hari sekolah (LHS) pada jenjang SD dan SMP di Kota Kendari belum serentak. Tercatat hanya dua sekolah yang sudah menerapkannya yakni SDN 13 Baruga dan SMPN 1 Kendari.

Sartini Sarita selaku Plt Ka Dikmudora Kota Kendari membenarkan hal itu. Katanya, penerapan lima hari sekolah bukan untuk siswa, tetapi lima hari kerja untuk guru.

“Tentu siswa yang mengikuti harus menyesuaikannya. Jadi,  Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 ini adalah pelaksanaan lima hari kerja bagi guru, karena guru juga adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni delapan jam kerja sehari, ” ujarnya, Jumat (11/8).

Hal itu disamakan, karena guru juga adalah ASN sehingga jam kerjanya harus sama dengan jam kerja ASN lainnya yakni delapan jam sehari.

Selain dua sekolah tersebut, ternyata sudah ada sebagian sekolah  yang menyatakan siap menerapkan lima hari sekolah pada semester dua nanti.

Berikut nama-nama sekolah tersebut,  yakni SMP Negeri 15 Kendari, SMP Negeri 9 Kendari dan SMP Negeri 5 Kendari, sedangkan untuk sekolah dasar seperti, SD Negeri 12  Baruga,  SD Negeri 1 Baruga dan SD Negeri 1 Poasia “Semua sekolah ini, tinggal menunggu penambahan ruang pembelajaran saja, ” ungkapnya.

Lanjutnya,  ada persyaratan yang perlu disiapkan untuk melaksanakan lima hari bersekolah atau lima hari kerja bagi guru yaitu sekolah harus mempersiapkan sarana prasarana maupun jumlah gurunya.

Sementara itu, untuk materi pembelajarannya harus mencakup tiga hal, mulai dari intrakurikuler,  kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

“Intrakurikuler yakni belajar sesuai kurikulum, kokurikuler mencakup remedial, les dan mata pelajaran peningkatan pengetahuan. Sedangkan ekstrakurikuler mencakup semua kegiatan akademik dan non akademik, ” jelasnya.

Ia menuturkan, SDN 13 Baruga dan SMPN 1 Kendari sudah diterapkan, karena pada 2016, kedua sekolah ini adalah pelaksana penguatan pendidikan karakter, sehingga diwajibkan melaksanakan lima hari sekolah.

Dirinya berharap, sekolah pelaksana betul-betul menerapkannya sesuai Permendikbud,  walaupun belum maksimal. Selain itu, orang tua murid dan anak ada waktu cukup untuk bertemu dan berkomunikasi, sehingga pendidikan keluarga di dalam rumah tangga lebih bagus lagi. (rs)

Click to comment
To Top