Lembaga Adat Muna Dibentuk – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Muna Raya

Lembaga Adat Muna Dibentuk

Wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu memimpin rapat pembentukan Lembaga Adat Muna

RAHA – Pemerintah Kabupaten Muna akhirnya merealisasikan pembentukan Lembaga Adat Muna. Lembaga ini dibentuk untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat Muna.

Kamis (10/8) Wakil Bupati Muna, H Abdul Malik Ditu memimpin rapat para tokoh-tokoh adat Muna di Aula Setda Muna. Mereka yang hadir diantaranya adalah mantan Bupati Muna, dr H LM Baharuddin, M.Kes, LM Ruslan Ibu, mantan Wakil Bupati Muna, La Bunga Baka, dan para tokoh-tokoh adat lainnya.

Setelah melalui pembahasan yang cukup alot dalam rapat tersebut, disepakati terbentuknya Lembaga Adat Muna beserta pengurusnya.  La Ode Sirad Imbo diamanahkan sebagai Ketua Lembaga adat, kemudian dr H LM Baharuddin diamanahkan sebagai koordinator dewan penasehat.

Malik Ditu menyampaikan, pembentukan lembaga adat ini sangat penting untuk melestarikan nilai-nilai budaya serta adat istiadat masyarakat Muna yang telah diwariskan secara turun temurun.  Hal ini juga erat kaitannya dengan pengembangan kebudayaan Muna, sehingga budaya Muna tak hanya dikenal dan diwarisi oleh masyarakat yang berdomisili di Muna, tetapi generasi Muda yang tinggal di luar daerah, dapat mengenal budayanya sendiri.

Seiring dengan pembentukan lembaga adat ini, Pemkab Muna juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar lebih untuk proyek pembangunan rumah adat Muna yang lokasinya akan dibangun di lahan eks Bank BPD lama. Rumah adat ini rencananya akan menjadi pusat pelestarian budaya muna, mulai dari benda- benda bersejarah hingga pada pembukuan sejarah muna. Rumah adat ini juga akan menjadi studi centre bagi masyarakat yang ingin mengenal budaya Muna

Upaya konservatif ini perlu dilakukan, mengingat pesatnya perkembangan zaman, informasi dan teknologi yang mengikis peradaban masyarakat Muna, sehingga tak sedikit generasi muda yang  lebih condong mengikuti budaya barat dan melupakan budayanya sendiri. (rs)

Click to comment
To Top