DPL dan Mahasiswa KKA Harus Bersinergi – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pendidikan

DPL dan Mahasiswa KKA Harus Bersinergi

Suasana pembekalan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMK, di aula Lab  Fakultas Hukum,  Kamis (10/8).

KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) terus menggembleng kinerja Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dalam membantu menyukseskan program Kuliah Kerja Amalia (KKA) mahasiswa, yakni dengan memberikan pembekalan di aula Lab  Fakultas Hukum,  Kamis (10/8).

Muhamad Nur selaku Rektor UMK menuturkan, DPL merupakan ujung tombak Universitas dalam menyukseskan kelancaran KKA dilapangan.

“DPL harus membantu mahasiswa dalam menjalankan program, baik itu program mahasiswa sendiri maupun program yang ada di Desa itu,” jelasnya, Kamis (10/8).

Selain itu, DPL juga harus bisa memotivasi mahasiswa dalam menumbuhkan ide – ide,  inovasi dan kreativitas untuk pembangunan Desa.

“Saya yakin, dosen memiliki Inovasi dan kreativitas untuk diterapkan ke mahasiswa, sehingga bisa dijadikan inspirasi kreatif dalam berfikir. Walaupun sebagian DPL sulit melakukan itu, namun saya berharap mereka bisa melakukannya,” ucap Muhammad Nur.

Selain itu,  ia juga berharap  DPL dan mahasiswa bisa bersinergi.  Targetnya, mahasiswa hadir disana, bisa memberikan solusi atas permasalahan yang dialami masyarakat. Bahkan, bisa memanfaatkan potensi desa yang ada, guna membantu pemerintah setempat membangun desanya.

“Jadi, melalui solusi itu,  tidak ada perbedaan antara desa satu dan yang lain, desa – desa harus berkembang dan maju bersama,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan,  mahasiswa harus bisa menangkap fenomena  yang ada di desa. Kata Muhammad Nur,  UMK telah memiliki prodi Ilmu Pemerintahan, artinya ketika berkuliah,  mahasiswa sudah mendapatkan berbagai hal tentang tata cara pengelolaan. Seperti dalam mengelola dana desa serta bagaimana membuat program-program yang selaras dengan kepentingan desa.

“Melalui ini, semoga DPL bisa membantu kelancaran KKA mahasiswa serta menjadi penghubung universitas dengan kepentingan mahasiswa maupun antara kepentingan mahasiswa dengan pemerintah setempat atau tokoh masyarakat,” pungkasnya. (rs)

Click to comment
To Top