Tepat, Penerapan Sistem Zonasi pada PPDB – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pendidikan

Tepat, Penerapan Sistem Zonasi pada PPDB

Prof  Abdullah Al Hadzah

KENDARI – Sistem zonasi diterapkan sebagai salah satu persyaratan dalam Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018. Sekolah diwajibkan menerima siswa yang bertempat tinggal di wilayah yang masuk zonanya.

Prof  Abdullah Al Hadzah selaku Pakar Pendidikan Sultra, menuturkan langkah pemerintah dalam menerapkan sistem zonasi dinilai sudah tepat sebagai bentuk pemerataan kesempatan belajar.

“Saya rasa langkah pemerintah sudah tepat. Berlakunya sistem zonasi mempermudah akses masyarakat, sehingga anak lebih dekat bersekolah.  Selain itu, ini juga bisa mengurangi ke macetan serta memberikan efisiensi dalam pemerataan dan perluasan kesempatan belajar,” ucapnya, Kamis (13/7).

Katanya, tujuan persyaratan sistem zonasi didalam PPDB adalah untuk memberikan pelayanan yang merata kepada masyarakat dengan mudah dan efisien, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu sekolah.

“Pemerintah telah memerintahkan agar tak ada anak-anak di usia sekolah yang tidak bersekolah dengan sistem pelayanan yang ada. Semua itu kewajiban pemerintah,” ujar pakar yang juga dosen di UMK tersebut.

Dirinya menyakini, Permendikbud yang dikeluarkan sudah baik, karena butuh kajian terlebih dahulu. Menurutnya, persoalan munculnya kendala di lapangan itulah yang perlu di pantau dan bisa langsung diinfokan kepada  pihak yang memiliki kewenangan tersebut.

Intinya siapapun yang menjadi menteri, kata  Prof  Abdullah, pasti menginginkan tidak adanya anak yang tidak bersekolah terlantar karena suatu kebijakan.

“Justru kebijakan itu digunakan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat. Tentunnya kebijakan  ini bisa dinikmati oleh banyak orang. Jika ada satu dua orang yang merasa dirugikan oleh suatu kebijakan, maka pemerintah harus mencatat dan mencarikan solusinya,” ungkapnya saat ditemui awak media di ruangannya.

Selain itu, pemerintah juga tidak mau melihat ada sekolah yang menonjol dan ada  sekolah yang terpuruk. Kemudian, orang pintarnya juga terbagi, orang yang kurang pintar juga terbagi, jadi tidak ada penumpukan disatu sekolah.

“Inilah sebabnya digunakan sistem zonasi, termasuk memeratakan kualitasnya. Sebab, berdasarkan standar yang ditetapkan pemerintah, semuanya sama di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (rs)

Click to comment
To Top