Sosialisasi Pilgub, Rusman Jamin Visi Misi Tetap Jalan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Muna Raya

Sosialisasi Pilgub, Rusman Jamin Visi Misi Tetap Jalan

Rusman Emba

RAHA – Perjalanan karier politik LM Rusman Emba terbilang cukup cemerlang. Setelah sukses terpilih sebagai Bupati Muna periode 2016-2021, Rusman kini digadang-gadang sebagai salah satu bakal calon Gubernur Sultra periode 2018-2022. Politikus yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra ini kini gencar melakukan sosialisasi untuk menghadapi pesta demokrasi Pilgub Sultra 2018 mendatang.

Diwawancarai jurnalis koran ini, Rusman yakin, sosialisasi yang dia lakukan menuju kursi 01 Sultra 2018 tidak akan mengganggu visi misinya sebagai Bupati Muna. “Yakin dan percaya, sosialisasi saya di Pilgub tidak akan mengganggu kelancaran visi misi kami,”kata Rusman Emba.

Sebagai seorang politikus, Balon Gubernur bertagline “Peradaban Baru” ini sangat percaya diri untuk tampil berkompetisi. “Sebagai seorang politisi, maju di Pilgub bukanlah hal yang luar biasa bagi saya. Untuk konteks Sultra, saya pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra dan mantan anggota DPD RI,”kata Rusman.

Politikus PDIP ini menjelaskan, niatnya untuk tampil  di kancah Pilgub Sultra semata-mata untuk memperluas wilayah pengabdian kepada rakyat. “Sebagai seorang politisi kami selalu memiliki cara atau strategi untuk memperluas wilayah pengabdian kami kepada masyarakat. Semakin luas wilayah pengabdian kita kepada masyarakat, maka nilai ibadahnya juga semakin banyak. Dalam konteks ibadah, tentu amalnya juga semakin banyak,” kata Rusman.

Ditanya soal tagline Peradaban baru, ia menerangkan bahwa tagline tersebut merupakan sebuah transformasi atau perubahan untuk masyarakat Sulawesi Tenggara di berbagai bidang. “Peradaban baru punya arti yang luas dan merupakan momentum untuk melakukan transformasi. Misalnya, dari infrastruktur yang tidak ada menjadi ada. Semua infrastruktur daerah di Sultra dapat terkonektivitas. Mengenai produktifitas masyarakat, peradaban baru bisa diartikan dari menggunakan teknologi tradisional ke teknologi moderen. Mengenai karakter masyarakat juga harus ada perubahan dari saling menjatuhkan menjadi saling mendukung, sehingga dapat berkompetisi sampai ke level nasional,”katanya. (rs)

Click to comment
To Top