Sekarang, Wajib Pajak Tak Bisa Tutupi Kekayaan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Probiz

Sekarang, Wajib Pajak Tak Bisa Tutupi Kekayaan

Joko Rahutomo

KENDARI – Tidak ada celah bagi masyarakat untuk lolos dari kewajiban membayar pajak setelah sebelumnya pemerintah memberikan kesempatan kepada Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan harta kekayaannya yang belum terdaftar dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui Tax Amnesti dengan diskon besar-besaran.

Lepas dari Tax Amnesty, pemerintah kembali akan menelusuri harta kekayaan WP melalui rekening yang dimiliki baik perbankan dalam negeri maupun luar negeri. Di Swiss Bank sekalipun, informasi akan diberikan secara otomatis kepada OJK, selanjutnya OJK akan memberikan informasi tersebut kepada kantor Pajak.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari, Joko Rahutomo, mengatakan ratusan negara yang ada didunia telah bersepakat mengenai keterbukaan informasi mengenai harta kekayaan WP yang tercatat di rekening bank. Bahkan negara ASEAN seperti Singapura juga mengikuti kesepakatan keterbukaan informasi terkait rekening.

Dengan keterbukaan informasi, WP tidak bisa berkelit mengenai harta kekayaan yang dimilikinya. “Untuk WP yang sudah mengiktui tax amnesti dan melaporkan seluruh kekayaannya tidak perlu resah, kalau yang belum melaporkan keseluruhannya termasuk yang direkening silakan laporkan SPT dan otomatis kena denda,” ujarnya.

Menurut Joko, Peraturan Pemerintah pengganti UU mengenai keterbukaan informasi ini telah berlaku per 1 Juli 2017 dan mulai efektif 2018 mendatang. Tetapi pihak perbankan mulai 1 Juli 2017 telah memilah mana nasabah lama dan nasabah baru. Untuk nasabah baru ada beberapa hal yang akan dimintai informasinya dalam artian diversifikasi dan sebagainya, tidak berlaku untuk nasabah lama.

Kemudian dalam memberikan informasi, perbankan terbagi dua yakni, manual dan otomatis. Pelaporan otomatis berlaku untuk rekening dengan jumlah di atas Rp1 miliar, jumlah ini adalah rekening yang nanti akan dikenakan pajak bagi yang belum melaporkan SPT. “Tetapi informasi tersebut tidak serta merta langsung masuk pada sistem Kantor Pajak, KPP Pratama Kendari saja hanya bisa diberikan informasi rekening yang akan digunakan untuk pemeriksaan dan penagihan. Selain itu tidak bisa,” katanya.

Keterbukaan informasi yang merupakan rentetan dari TA ini bertujuan untuk menghindari adanya penghindaran pajak. Kebanyakan orang mengaku tidak memiliki harta padahal hartanya banyak dan biasanya disimpan direkening. “Dengan keterbukaan informasi, tidak ada lagi yang bisa berkelit dan menyembunyikan kekayannya,” tambahnya. (rs)

Click to comment
To Top