PKS Belum Tentukan Antara Membuka Penjaringan atau Komunikasi Intensif – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Pilkada

PKS Belum Tentukan Antara Membuka Penjaringan atau Komunikasi Intensif

Ketua Fraksi PKS DPRD Sultra sekaligus Pengurus DPP Korwil Sulawesi Muhammad Poli.

KENDARI – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra belum menentukan pilihan apakah Pilgub kali ini akan menggunakan penjaringan atau komunikasi intensif. Berdasarkan konfirmasi Kordinator Wilayah (Korwil) kepada para Ketua DPW se Sulawesi termasuk di Sultra bahwa pekan ini sudah mulai intens dibuka. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Sultra, Muhammad Poli usai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Sultra, Selasa (11/7).

Menurut Poli, kalau  sistem penjaringan yang dilakukan PKS, maka ini merupakan kali pertama DPW PKS Sultra menggunakan mekanisme tersebut dalam menjaring Bakal Calon Gubernur (Bacagub). Padahal sebelumnya PKS hanya menggunakan komunikasi intensif dengan Bacagub yang namanya masuk di bursa.

“Periode kedua Nur Alam, ada 12 Bakal Calon yang melakukan komunikasi intensif dengan PKS, semua kita datangi dan kita bikin tim timnya,” ungkap mantan Ketua DPW PKS Sultra dua periode ini.

Ia menilai komunikasi intensif jauh lebih dinamis karena tidak terikat oleh waktu dan kapan ada kandidat lain yang melakukan sosialisasi maka bisa dibangun komunikasi intensif. Selain itu, komunikasi intensif juga bisa lebih terjadwal disetiap pekannya dengan kandidat yang berbeda beda. Sedangkan model penjaringan melalui pendaftaran maka akan dibatasi oleh waktu. Poli mencontohkan kalau dibuka pendaftaran dalam kurun waktu tertentu dan setelah selesai waktu yang ditentukan kemudian ada salah satu Bacagub yang ingin mendaftar, lalu partai membuka kembali pendaftaran maka ini bisa di protes oleh Bacagub lainnya.

“PKS selama ini tidak membuka model seperti itu, yang kita lakukan adalah model komunikasi. Namun, kadang kadang H plus 4 dari hari pendaftaran yang ditetapkan kemudian menerima kembali pendaftaran hanya karena ada calon baru yang mau masuk apakah dia calon wakil atau calon gubernur, disini kita harus hati hati karena jangan sampai partai itu dipikir hanya untuk mencari sesuatu yang lebih menguntungkan bagi dirinya,” pungkasnya. (rs)

Click to comment
To Top