Pemakai Narkoba Capai 65,7 Persen – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Metropolis

Pemakai Narkoba Capai 65,7 Persen

Foto bersama peserta Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).

KENDARI – Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni lalu baru diperingati oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari di Hotel Ataya, Kamis (13/7).

Dalam kesempatan itu terungkap jika jumlah penyalah guna narkoba kategori coba pakai di Kota Kendari, Sultra mencapai 65,7 persen.

Sebelumnya, peringatan ini diundur karena pada 26 Juni lalu bertepatan dengan hari raya idulfitri. Tema yang diusung adalah “Peran Aktif dan Pendayagunaan Seluruh Komponen dan Potensi Bangsa Dalam Menghadapi Keadaan darurat Narkoba Menuju Indonesia yang Sehat”.

Pihak BNN Kota pada kegiatan itu menghadirkan dari berbagai instansi mulai dari pemerintah kota, para kepala SKPD, pimpinan media, para Babinsa dan Bhabikamtibmas, para kepala sekolah dan beberapa pelajar dan mahasiswa.

Menurut Kepala BNN Kota Kendari, Dra Hj Murniaty M MPH Apt bahwa tingkat penyalah guna narkoba di Kota Kendari tiap tahun selalu meningkat. Yang lebih parahnya lagi sasaran empuk para pengedar adalah anak dibawah umur.

“Dilihat dari hasil penelitian BNN dengan UI tahun 2015, Sultra merupakan peningkat pertama dari 34 propinsi dalam kategori coba pakai pada kalangan pelejar dan mahasiswa,” ungkap Murniaty.

Hal ini sangat disayangkan sekali, lanjutnya, karena itu bukanlah prestasi yang harus dibanggakan tetapi harus dihilangkan.

“Kategori coba pakai ini artinya masih coba-coba, makanya mereka sebenarnya masih bisa diinterfensi. Olehnya itu semua unsur harusnya berperan aktif dalam melawan hal ini apalagi media” lanjutnya.

Yang paling sering didapatkan di Kota Kendari adalah mumbul yang merupakan pintu masuk mengarah ke narkotika, sabu, dan ganja.

“Awal 2017 ditemukan tembako gorila untuk kota kendari dengan nama medusa. Mirisnya pelaku yang didapatkan adalah pelajar yang harusnya merupakan harapan bangsa,” terangnya kepada media.

Menurutnya, usia yang didapatkan pada penyalah guna narkoba mulai dari 6 tahun bahkan pernah didapatkan lansia umur 65 tahun.

Kunjungan masyarakat pecandu narkoba semakin meningkat, hal ini menunjukan kesadaran masyarakat untuk berubah itu besar.

“Kami sering adakan informasi melalui beberapa penyuluhan agar mereka yang pecadu laporkan diri ke kantor sebelum ditangkap oleh aparat hukum. Jika mereka melaporkan diri kekantor secara sukarela maka kami asesment apakah mereka pengguna biasa atau seperti apa. Penanganannya bisa rawat jalan ataupun rawat inap,” lanjut Murniaty.

Untuk menekan angka tersebut, masih dia, pihanya bekerjasama dengan beberapa pihak penting dan juga melakukan penanganan awal melalui sekolah-sekolah, kerjasama dengan aparat keamanan dan orang tua siswa” tutupnya. (rs)

Click to comment
To Top