Kejati Kantongi Nama Tersangka Korupsi Air Bersih Baubau – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Hukum & Kriminal

Kejati Kantongi Nama Tersangka Korupsi Air Bersih Baubau

Kejati Kantongi Nama Tersangka Korupsi Air Bersih Baubau

KENDARI- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra akhirnya mengantongi nama tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan air bersih di Baubau. Hal ini diungkapkan Kasipenkum dan Humas Kejati Sultra Janes Mamangkey.

Hanya saja kata dia, penetapan tersangka bakal dilakukan jika Kajati baru pengganti Sugeng Djoko Susilo sudah mulai berkantor. Kata dia, penyidik hanya tinggal menunggu tanda tangan Kajati untuk penetapan tersangka.

“Kalau nama tersangkanya penyidik sudah kantongi. Tapi kalau soal kapan penetapannya menunggu Kajati baru mulai berkantor,” ujarnya.

Sayangnya, saat ditanya siapa nama tersangka atas kasus pengadaan air bersih yang bergulir sejak tahun 2010 itu, Janes enggan untuk menyebutkannya.

“Belum bisalah saya sebutkan siapa nama tersangkanya, itu juga kewenangan penyidik. Nantilah kalau sudah fix semua,” terangnya.

Janes menyebutkan, untuk sementara kerugian negara atas proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah, bersumber dari dana APBD Kota Baubau itu senilai Rp 900 juta lebih  sesuai temuan penyidik.

Selanjutnya kata Janes, pihaknya bakal kembali menunggu hasil audit dari BPK untuk total kerugian negara dari proyek yang ditangani melalui dinas PU Baubau itu.

“Untuk sementara kerugian negara berkisar Rp 900 jutaan. Tapi nanti kita tunggu juga hasil audit dari BPK,”  tandasnya.

Sekedar diketahui, proyek pengadaan air bersih itu bergulir sejak tahun 2010. Sebelumnya kasus tersebut, ditangani Kejari Baubau, namun dalam perjalanan, Kejati mengambil alih kasus tersebut.

Pengadaan air bersih itu terdiri atas lima item pekerjaan. Diantaranya pengadaan pipa, pengadaan genset,rumah genset dan bak penampungan air. Sejak tahun 2010 tersebut, hingga kini masyarakat belum juga merasakan hasil dari pekerjaan itu yakni adanya air bersih yang disalurkan di rumah-rumah warga. Olehnya itu Kejati Sultra menilai pekerjaan tersebut tidak sesuai bestek sehingga mengakibatkan dugaan kerugian negara di dalamnya.

Semenjak dinaikkan statusnya dari penyelidikan hingga ke penyidikan, penyidik Kejati Sultra sudah melakukan pemeriksaan puluhan saksi atas kasus tersebut diantaranya Direktur PDAM Baubau dan Kadis PU  Kota Baubau. (rs)

Click to comment
To Top