Tipikor Bidik Tersangka Baru – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Muna Raya

Tipikor Bidik Tersangka Baru

ilustrasi

* Kasus Percetakan Sawah di Muna

KENDARI – Korupsi percetakan sawah di kabupaten Muna terus dikembangkan penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra. Kasus ini kemungkinan tidak berhenti sampai pada tiga tersangka, sebab salah satu nama yang disebut-sebut berpotensi sebagai tersangka baru yakni berinisial Ms.

“Dalam kasus ini kemungkinan akan ada tersangka baru,” kata Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Rabu (12/7).

Dikatakannya, penyidik telah memeriksa beberapa saksi termasuk mengambil keterangan tersangka dalam kasus ini. Selain itu untuk mengungkap oknum-oknum yang terlibat dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa saksi ahli bidang percetakan sawah asal Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Soal kemungkinan tersangka baru, kata dia menunggu hasil gelar perkara. Penyidik masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti untuk mengaitkan pihak yang patut bertanggungjawab dalam kasus ini setelah keterlibatan tiga tersangka awal.

“Penantian adanya tersangka baru sesui dengan hasil gelar perkara,” ujarnya.

Disebutkan, Ms yaitu mantan Kepala Dinas Pertanian Muna sebelum mantan Kadis bernama Alimudin. Pada percetakan sawah Kabupaten Muna ini, Ms bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK).

Seperti yang diberitakan sebelumnya kasus dugaan korupsi pencetakan sawah fiktif ini telah menyeret tiga tersangka, yakni, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Arwin Kadaka selaku penyedia alat, mantan Kepala Dinas Pertanian Muna selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) Alimudin, dan seorang teknisi dinas pertanian La Pedumu.

Beradasrkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sultra, kasus ini merugikan keuangan negara lebih dari Rp 2 miliar.

Untuk diketahui, pada mulanya kasus ini diselidiki Kepolisian Resort (Polres) Muna pada Desember 2012 lalu. Namun karena kasusnya jalan di tempat, diambil alih oleh Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sultra. (rs)

Click to comment
To Top