Penyelidikan Kasus PLTMH Koltim Digenjot – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Kolaka Raya

Penyelidikan Kasus PLTMH Koltim Digenjot

ilustrasi

* 7 Saksi Diperiksa, Kontraktor Belum Penuhi Panggilan

 

KENDARI– Proses penyelidikan dugaan kasus korupsi pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di kabupaten Kolaka Timur terus digenjot.

Setidaknya sebanyak 7 orang saksi telah diperiksa oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sultra.

Mereka diantaranya adalah ejumlah SKPD di Kolaka Timur (Koltim) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Koltim Anwar Sanusi.

Penyidik melakukan pemanggilan terhadap Anwar Sanusi karena dalam kontruksi PLTMH bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus ini guna mengumpulkan data, keterangan atau bukti-bukti unsur perbuatan hukum. Jika dalam perkembangan penyelidikan selanjutnya ditemukan unsur perbuatan melawan hukum maka kasus ini akan diusut sampai tuntas.

“Penyidik telah memeriksa 7 orang sebagai saksi termasuk Sekda Koltim Anwar Sanusi,” kata Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (12/7).

Dolfi bilang, sebelumnya Anwar Sanusi berjanji akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Sayangnya setelah diperiksa lanjut Dolfi, kesaksiannya kepada penyidik, tidak sesui harapan.

Rencananya, penyidik akan memeriksa sala seorang saski yakni kontraktor PLTMH, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum memenuhi panggilan. Kontraktor tersebut diduga telah melarikan diri sejak namnya disebut-sebut dalam kasus ini.

“Kasus ini sementara dalam proses penyelidikan akan diusut terus sampai tuntas sesui dengan komitmen penyidik,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya kontruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Koltim itu diduga bermasalah ditiga Desa. Diantaranya  Desa Uesi, Desa Ambapa dan Desa Silea.

Selain itu pada proses kontruksinya dinilai tidak sesuai seperti pengerjaan pada umumnya. Atas dasar tersebutlah hingga sejumlah warga mengadukan kasus itu ke Polda Sultra sejak Desember 2016.

Pembangunan PLTMH sudah dinyatakan selesai, pada pengerjaannya proyek tersebut menghabiskan anggaran sebanyak 1,6 Milyar yang diduga berasal dari APBD Koltim tahun 2015.

Seyogyanya usai pengerjaan, PLTMH sudah bisa berfungsi dengan baik mengaliri listrik dan menerangi rumah-rumah warga. Tapi sayangnya, dua minggu kemudian PLTMH tidak berfungsi secara maksimal, dikarenakan optimalisasi air yang digunakan untuk menghasilkan listrik belum sempurna. (rs)

Click to comment
To Top