Intervensi Penurunan Angka Kemiskinan, Pemda Sinkronkan Data – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Konawe Raya

Intervensi Penurunan Angka Kemiskinan, Pemda Sinkronkan Data

Wakil Bupati Konsel, DR H Arsalim Arifin SE M.Si meninjau pelayanan kependudukan dalam rangka sinkronisasi data

ANDOOLO – Pemerintah daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus berupaya melakukan intervensi guna menurunkan angka kemiskinan. Untuk itu, Pemda bersama jajarannya melakukan rapat dalam menvalidasi data di Kantor Dinas Kependudukan dan Catata Sipil (Disdukcapil) Konsel yang dipimpin oleh Wakil Bupati Konsel, DR H Arsalim Arifin SE M.Si.

Pasangan H Surunuddin Dangga ST MM ini menuturkan data angka kemiskinan terdapat perbedaan data dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Perbedaan data itu karena pendekataan pendataan yang berbeda.

Menurutnya, BPS melakukan pendataan dengan menggunakan pendekatan pendapatan kemiskinan. Sementara di Dinas Sosial, pendekatan yang dilakukan berbagai indikator seperti pendekatan pendapatan, rumah tidak layak huni dan sebagaianya sehingga terdapat perbedaan pendekatan.

Namun itu, kata dia, tidak menjadi soal bagi pemerintah dalam mengintervensi angka kemiskinan.

“Data BPS, Konsel sudah terjadi penurunan angka kemiskinan. BPS dua tahun lalu data kemiskinan kurang lebih 13 persen lebih. Sekarang sisa 11 persen lebih. Ada penurunan dua persen yang signifikan selama kurang lebih satu tahun ini jumlah angka kemiskinan di Konsel,” sebut Arsalim.

Arsalim yang juga Ketua Partai Gerindra Konsel mengatakan pihaknya  telah melakukan rapat sinkronisasi data guna menvalidasi ulang data yang berada di Kemensos.

“Karena setelah kita validasi sudah banyak yang tidak sesuai. Contoh kita sampel di Kelurahan Potoro kurang lebih 300 jumlah warga miskin setelah diverifikasi sudah tinggal 100 lebih. Hal itu dikarenakan sudah tidak miskin lagi, ada yang pindah domisili ke kabupaten lain,” ujarnya.

Pemda akan melakukan verifikasi dalam jangka waktu dua bulan untuk mencoba melihat data yang valid.

“Data di Kemensos yang kita diberikan kurang lebih 162 ribu dari 300 ribu lebih penduduk yang ada di Konsel jumlah masyarakat yang dikatakan miskin. Dan dintervensi kurang lebih 40 ribu yang diintervensi sekarang kurang lebih 8.000 oleh program PKH. Sementara data BPJS 140 ribu yang kita kafer baru sekitar 62 persen. Target kita di BPJS di 2019 kita bisa 100 persen menuntaskan angka kemiskinan. Dan semua harus kita kafer. Selanjutnya di pilah BPJS itu mana yang PNS, pengusaha, warga miskin. Makanya jamkesda akan kita intervensi yang miskin melalui bantuan APBD kita,” terangnya.

Arsalim mengungkapkan kedua data baik BPS maupun Dinsos bisa di pakai. Jika melihat, lanjut dia, data yang ril berada di BPS, begitu pula secara program Kemensos memiliki data.

“Kita harapkan dengan adanya data yang valid sasaran kita akan tepat. Kemiskinan cepat diintervensi. Data program kementerian tepat sasaran, seperti data raskin dari bulog guna menghindari kenaikan angka kemiskinan. Kita harus konsisten dengan data,” nilainya.

Penurunan angka kemiskinan di Konsel dipandangnya karena tingkat lapangan kerja semakin terbuka, partisipasi tenaga kerja mulai tertata dan intervensi terhadap masyarakat melalui program pembangunan pemerintah yang bersumber dari APBD berhasil.

“Pertanda Kemajuan perekonomian luar biasa. Target kita, 13 persen angka kemiskinan yang telah turun menjadi 11 persen dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun ini, kita upayakan menurun hingga delapan persen sesuai RPJMD,” tandasnya. (rs)

Click to comment
To Top