“BRI Cabang Kendari dirampok Kawanan Bersenjata Lengkap” – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Metropolis

“BRI Cabang Kendari dirampok Kawanan Bersenjata Lengkap”

Aksi pembebasan sandra oleh polres kendari

KENDARI – PT. Bank Rakyat Indonesia KC BRI Kendari Samratulangi diserang kelompok bersenjata lengkap, Rabu (12/7). Kejadian sekitar pukul 11.30 waktu setempat melibatkan empat orang tak dikenal dengan menutupi wajah menggunakan topeng dan masker langsung mengeluarkan tembakan dan menyandra pihak keamanan setempat. Kejadian tersebut membuat shock para pegawai dan nasabah. Beberapa diantaranya ada yang menangis dan ada juga yang langsung pingsan.

Tidak berlangsung lama, satu regu sahbara polres kendari melalui pintu belakang mampu melumpuhan para perampok tersebut. Aksi teror yang berlangsung lebih kurang dua puluh menit ini ternyata simulasi yang dilakukan oleh bank BRI bekerjasama dengan polres Kendari untuk menghadapi kemungkinan terjadinya aksi teror di BRI cabang Kendari tersebut.

Kasat Sabhara Polres Kendari AKP Wahyuni Sulistyono mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi hal-hal demikian maka pihaknya selalu siap siaga bagaimana untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait masalah teroris ataupun perampokan.

“Untuk mengantisipasi keamanan di pihak perbankan tentunya perlu ditingkatkan pengamanan didalam bank, diluar dan di ATM-ATM yang ada. Kami bekerjasama dengan Bank tetunya selalu siaga untuk menanggulangi permasalahan seperti perampokan ini” ungkap Sulistyono.

Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menempatkan beberapa intelijen ditiap-tiap bank untuk mengawasi nasabah ataupun pihak-pihak yang dinilai mencurigakan gelagatnya.

“Simulasi ini memang penting agar pihak bank dan nasabah ketika mengalami kejadian sungguhan tau apa yang harus melakukan. Ketika para perampok memasuki bank harapannya para nasabah ataupun pegawai tetap diam ditempat karena pihak kami pasti sudah melakukan upaya penyelamatan. Jika nasabah ataupun pegewai melakukan suatu perlawanan maka besar kemungkinan adanya tindakan nekat yang dilakukan perampok” lanjut mantan kapolsek Wawonii itu.

Dalam simulasi ini, sat. Sabhara polres Kendari melibatkan 30 personil mulai dari yang berperan sebagai perampok, intel, penyelamat dan pihak-pihak yang siaga diluar tempat.

“Kami berharap agar tetap ada koordinasi antara pihak bank dan kepolisian karena kejahatan perampokan bank itu bisa terjadi kapan saja, entak itu siang hari ataupun pada malam hari” tutupnya.

Selain itu Manager Operasional BRI Cabang Kendari Bayu Adiwinoto mengungkapkan bahwa kegiatan itu merupakan salah satu kegiatan rutin yang wajib dilakukan oleh pihak bank dalam menanggulangi bencana yang ada.

“Kegiatan ini masuk disalah satu peraturan bank indonesia dalam Manajemen Kelangsungan Usaha sesuai dengan SE Direksi No. 26 tahun 2016 salah satunya bagaimana menindak lanjuti apabila terjadi bencana” ujar Bayu.

Hal ini menurut dia, sangat bermanfaat oleh para pegawai ataupun nasabah karena jika terjadi hal serupa maka mereka sudah tau apa yang harus dilakukan.

“Untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada nasabah, kami sudah liat siapa-siapa yang perlu diberitahu lebih awal atau diefakuasi dulu. Pihak anggota TNI/Polri, orang tua, anak kecil ataupun orang yang kami lihat berpenyakit kami sudah beritau memang” lanjutnya.

Menurutnya simulasi ini pihak bank sendiripun hanya unsur-unsur pimpinan yang mengetahuinya, karena memang betul-berul diseting seperti kejadian nyata.

“Yang tau hanya beberapa unsur pimpinan di BRI, kepolisian dan beberapa media yang sengaja kami undang, Satpam kami pun mereka tidak tahu” tutup Bayu.

Menurut salah seorang nasabah Wilda, bahwa hal itu sempat membuatnya shock karena betul-betul seperti perampokan nyata.

“Saya kaget betul, karena mereka masuk bersenjata dan memakai topeng terus mereka sempat beberapa kali menembak. Ini membuat saya betul-betul shock” ungkapnya. (rs)

Click to comment
To Top