Usai Jumatan, Pilrek UHO Digelar – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Pendidikan

Usai Jumatan, Pilrek UHO Digelar

uho

*Suara Menteri akan Jadi Kejutan

KENDARI – Penantian panjang selama satu tahun lima hari, Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo bekerja menyelenggarakan hajatan pemilihan orang nomor satu di lingkungan kampus hijau UHO, akhirnya agenda yang dinanti-nantikan itu terwujud.

Mentrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Kepala Biro Sumber Daya Manusia Ari Hendrarto Saleh sudah menyampaikan surat kesediaan untuk hadir menyalurkan hak suaranya, pada Pilrek UHO di Kendari yang akan digelar hari ini.

Namun demikian, pada kesempatan itu Menristek Dikti memberikan catatan  agar pelaksanaan pemilihan rektor digelar usai jumatan, atau dimulai pada pukul 13.30 WITA.

“Alhamdlillah surat dari Kemenristekdikti sudah ada. Pemilihan Insya Allah akan digelar hari ini pukul 13.30, selesai jumatan,” terang Ketua Panitia Pilrek UHO, Prof Hilaludin, Kamis (15/6) kepada koran ini.

Hilaluddin menyampaikan, pihaknya saat ini sudah mulai mengerjakan persiapan  Pilrek UHO. Kertas suara, kata dia, sudah siap diadakan sebab, tanggal untuk Pilrek sudah jelas.

Sementara itu, Ketua Senat UHO Aminuddin Mane Kandari mengungkapkan, pihaknya memastikan semua anggota senat berjumlah 100 orang, sudah harus menerima undangan sebelum pemilihan rektor digelar.

“Saat ini (kemarin) kami sudah sementara mengantar undangan untuk para anggota senat,”ujarnya.

Lalu bagaimana mekanisme pemiihan? Aminuddin menjelaskan, pihak panitia sudah  menyediakan kertas suara. Nantinya kertas suara akan di contreng nama atau foto salah satu calon rektor.

“Jadi cara memilihnya dengan cara mencontreng, salah satu nama atau foto calon,” terangnya.

Selain itu, Aminuddin juga menyampaikan, untuk surat suara dari Kemenristekdikti disamakan dengan surat suara anggota senat. Suara Kementristekdikti yang setara dengan 35 persen itu akan berwujud kertas suara sebanyak 65 kertas.

“Itu suara menteri 35 persen, kalau dihitung berdasarkan kertas suara berarti sekira 65 suara,”paparnya.

Suara Kemenristekdikti, tambah Aminuddin, akan menjadi kejutan atau penentu siapa yang akan menduduki kursi nomor wahid di Kampus UHO itu.

“Yang pastinya suara menteri itu akan menjadi penentu kemenangan calon rektor. Itu semua kita tidak tahu, terserah menteri mau menyalurkan suaranya kecalon mana,”ujarnya.

Jika melihat hasil Pilrek putaran pertama yang digelar pada 16 Maret lalu , Buyung Sarita berhasil meraih 43 suara sehingga berada diposisi pertama, di posisi kedua ditempati Zamrun dengan 40 suara. Sementara diposisi ketiga ditempati Prof La Sara dengan mengantongi suara 9 suara.

Artinya raihan suara masing-masing calon rektor, jika digabungkan dengan suara mentri maka ketiganya punya peluang yang sama untuk keluar sebagai pemenang. Misalnya, Prof La Sara yang hanya mampu meraih 9 suara.

Akan tetapi jika suara mentri 35 persen atau setara 65 suara masuk secara keseluruhan pada La Sara, maka secara otomatis dialah pemenangnya, meskipun pada Pilrek putaran pertama suaranya paling sedikit. Begitupun juga sebaliknya, kalau suara mentri diberikan kepada Buyung Sarita dan Zamrun maka itulah pemenangnya. (rs)

Click to comment
To Top