Korsleting Listrik, Satu Rumah Ludes Terbakar – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Kolaka Raya

Korsleting Listrik, Satu Rumah Ludes Terbakar

Sebuah rumah milik warga Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, ludes dilalap api, Selasa (13/6) malam.

KOLAKA – Kebakaran melanda sebuah rumah di Kelurahan 19 November, Kecamatan Wundulako, Selasa (13/6) malam. Diduga kuat penyebab kebakaran akibat korsleting listrik.

Seluruh bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu ludes dilalap si jago merah. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan dari pemilik rumah, Juding (52), ketika peristiwa itu terjadi, ia sedang berada di masjid untuk melaksanakan shalat. “Waktu saya tinggalkan rumah menuju ke masjid, belum ada kebakaran, yang ada di rumah hanya ada istri dan anak-anak saya. Pas lagi mau shalat tarwih tiba-tiba dari luar masjid, warga teriak-teriak bahwa rumah saya kebakaran,” terang Juding.

Sementara itu, menurut pengakuan anak korban, Aldi (16), peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumahnya itu terjadi sekitar pukul 19.00 WITA. Saat peristiwa terjadi, ia bersama ibu dan saudaranya sedang menonton televisi. Beberapa menit kemudian, tiba-tiba api dari lantai dasar rumah menjalar dengan cepatnya, sehingga ia hanya sempat menyelamatkan keluarganya beserta sebuah sepeda motor.

“Saya masih ingat waktu itu masih jam 7, kami lagi nonton tv di rumah. Kemudian saya pergi cas hp di ruang tamu. Pas lagi cas hp, saya cium bau hangus seperti bau kabel terbakar tapi waktu itu saya tidak hiraukan kemudian saya kembali nonton. Tidak lama kemudian saya dengar mamaku berteriak karena ada api dari lantai bawah langsung naik ke atas,” tutur Aldi.

Tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemda Kolaka diturunkan untuk memadamkan si jago merah. Sekitar 2 jam kemudian api yang telah menghanguskan seluruh bangunan rumah dapat dipadamkan.

Atas musibah itu, pemilik rumah hanya bisa pasrah. “Dari dulu saya memang khawatir kalau terjadi kebakaran, karena saya usaha meubel kayu. Tapi yang namanya musibah kita hanya bisa pasrah dan bersabar,” lirih Juding. (rs)

Click to comment
To Top