Mengutang Percepat Pembangunan Daerah – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Sultra Raya

Mengutang Percepat Pembangunan Daerah

Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata saat menerima kenang-kenangan dari Direktur Pengelolaan Resiko Keungan Negara Kemenkeu Brahmantio Isdijoso, di acara sosialisasi penyediaan pembiayaan infrastruktur daerah melalui penugasan kepada PT SMI (persero) dalam rangka mengurangi tingkat kesenjangan ekonomi, Kamis (18/5) di Swiss Bel Hotel.

KENDARI – Pemerintah daerah, baik provinsi ataupun kabupaten/kota, tidak bisa hanya mengandalkan APBN atau APBD dalam melakukan percepatan pembangunan.

Olehnya itu, pemerintah pusat melalui Kemenkeu menyediakan layanan pinjaman alias utang melalui BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), untuk membantu pemda membiayai pembangunan infrastruktur.

Wakil Gubernur Sultra HM Saleh Lasata mengatakan, dalam mempercepat pembangunan di daerah, selain mengandalkan APBD, Pemprov Sultra juga memanfaatkan dana pinjaman dari pusat investasi pemerintah (PIP) sejak 2010.

Angkanya pun cukup besar total pinjaman dari PIP yang saat ini menjadi PT SMI sebesar Rp 390 miliar, dengan rincian Rp 190 miliar untuk mempercepat pembangunan RS Bahtermas dan Rp 200 miliar untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

“Selain mempercepat pembangunan di daerah, mengutang juga bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi yang muaranya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” ujar purnawirawan TNI berpangkat Brigjen ini saat memberikan sambutan di acara sosialisasi penyediaan pembiayaan infrastruktur daerah melalui penugasan kepada PT SMI (persero) dalam rangka mengurangi tingkat kesenjangan ekonomi, Kamis (18/5) di Swiss Bel Hotel.

Menurut purnawirawan TNI berpangkat Brigjen ini mproses pinjaman di PT SMI berjalan cepat, mudah dan murah. Mudah karena proses pinjamannya sama degan prosedur PIP sehingga pembangunan bisa dilakukan lebih cepat dan cepat dirasakan masyarakat.

Mudah, karena pelayanan menerapkan SOP yang transparan dan akuntabel terbuka ruang diskusi dan dialog. Murah, karena syarakat suku bunga lebih rendah dibandingkan dnegan tingkat bunga komersial perbankan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wagub Saleh Lasata melantunkan pantu.

“Meminjam uang sama tengkulak, bunganya tinggi tak terelakan. Membangun daerah butuh pinjaman,  pinjaman SMI mudah dab cepat, “

“Berburu rusa di pulau bokori,  dapat rusa belang kakinya. Kalau tuan ingin berkembang, berguru pinjaman di Sulawesi Tenggara, ” ucapnya melantunkan pantun.

Direktur Pengelolaan Resiko Keungan Negara Kemenkeu Brahmantio Isdijoso mengaku sudah semestinya pemerintah daerah memanfaatkan pinjaman dari PT SMI, sebagaimana yang dilakukan Pemprov Sultra dalam percepatan pembangunan. Bukan hanya mengandalkan APBD atau APBN.

Olehnya itu, Kemenkeu membentuk BUMN pengganti PIP yakni PT SMI untuk memberikan pinjaman kepada pemda dalam percepatan pembangunan didaerah.

Selain itu, Erik WIbowo Kepala Devisi Pembiayaan dan Investasi PT MSI mengapresiasi Pemprov Sultra yang berhasil melakukan percepatan pembangunan dengan pinjaman di PIP yang saat ini jadi PT SMI. Sehingga daerah lain perlu mencontoh apa yang dilakukan Pemprov Sultra.

Rangkaian acara osialisasi penyediaan pembiayaan infrastruktur daerah melalui penugasan kepada PT SMI (persero) dalam rangka mengurangi tingkat kesenjangan ekonomi yang dilakukan oleh Kemenkeu dan PT SMI melibatkan beberapa daerah wilayah timur Indonesia, Mulai dari Maluku, Papua dan kalimantan serta sulawesi. (rs)

Click to comment
To Top