Liya Togo Ditetapkan Jadi Desa Wisata – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Buton Raya

Liya Togo Ditetapkan Jadi Desa Wisata

Sekda Wakatobi, Ilyas Abibu didampingi Meantu'u (ketua adat), La Ode Muhamad Ali dan Anggota DPD RI Hamsina Bolu resmikan Liya Togo sebagai desa wisata.

WAKATOBI – Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, Minggu (9/4) resmi menetapkan Desa Liya Togo, Kecamatan Wangiwangi Selatan sebagai Desa Wisata.

Hal ini tentu bukan tanpa alasan, desa yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan wilayah Liya Raya ini memiliki banyak aset sisa kejayaan kerajaan abad ke 15 sebelum masehi, memiliki potensi yang dapat menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara.

Diantaranya, Benteng Liya, Baruga (tempat pengambilan keputusan adat), serta potensi budaya lokal yang banyak dijumpai di wilayah tersebut.

Acara yang digelar di lapangan Baruga Liya ini dihadiri Anggota DPD RI Dapil Sultra, Hamsina Bolu, Sekda Wakatobi Ilyas Abibu, sejumlah perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh tokoh adat setempat dan ratusan masyarakat se-Liya Raya.

Dirangkaikan dengan acara budaya Mangani’a (biasa dilakukan sebagai bentuk syukur masyarakat terhadap maha kuasa) dan Kadandio (lagu berisi syair cinta antara muda-mudi) dan sejumlah tarian lokal.

Bupati Wakatobi, H Arhawi melalui Sekda Ilyas Abibu menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya peresmian itu. Ia pun berterimakasih kepada para pelaku pariwisata daerah yang terus mendukung pengembangam kepariwisataan Wakatobi sehingga dipilih menjadi 10 top ten destinasi pariwisata nasional.

“Aset besar di Liya perlu dilestarikan termasuk pesta budayanya sebgai bentuk persatuan dalam kegiatan gotong royong masyarakat secara kesluruhan,” tuturnya.

Iapun berharap kepada Kepala Desa setempat, La Ode Aliadin serta seluruh masyarakat Liya agar segera menggagas Perda terkait pengelolaan pariwisata sehingga ada kontribusi untuk daerah.

“Saya berharap budaya Mangani’a dapat dijadikan event besar untuk mendorong Wakatobi sebagai kabupaten maritim yang sejahtera dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Meantu’u Liya (Ketua Adat), La Ode Muhamad Ali berharap dengan ditetapkannya Liya Togo sebagai desa wisata, masyarakat dapat melayani tamu wisata dengan ramah dengan mengedepankan sopan santun.

“Saya harap para wisatawan yang datang berkunjung nanti disambut dengan lima S. Pertama sambut mereka dengan salam, sapa, sopan, santun dan sabar. Lima S ini bukan hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada alam dengan cara menjaga kebersihan lingkungan,” ajaknya.(rs)

Click to comment
To Top