Polda Serahkan Motor Kasus Curanmor ke Pemiliknya – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Hukum & Kriminal

Polda Serahkan Motor Kasus Curanmor ke Pemiliknya

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto didampingi oleh Wadirkrimum AKBP Ilham Saprona dan Kasubdit 3 Dit Res Krimum AKBP Dodi Ruyatman menyerahkan motor hasil pengungkapakan kasus kejahatan Curanmor ke pemiliknya, Rabu (19/4).

*31 Tersangka dan 42 Motor Diamankan

KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan barang bukti kendaraan bermotor roda dua hasil pengungkapan terhadap kasus kejahatan curanmor kepada warga. Warga tersebut merupakan korban pencurian oleh para pelaku yang dibekuk oleh Tim Resmob Dit Res Krimum Polda Sultra belum lama ini.

Setidaknya selama tiga bulan terkahir ini Polda Sultra bersama jajarannya dari Polres Polres Kendari, Kolaka, Baubau, dan Wakatobi mengamnkan 31 tersangka beserta barang bukti hasil curanmor sebanyak 42 unit motor.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ilham Saparona SIK mengungkapkan dari 31 tersangka yang ditahan enam diantaranya yaitu mahasiswa sala satu perguruan tinggi negeri di Kota Kendari.

Mereka adalah Panggi, Abdul Rajab, Abdul Rahman, Charly serta dua pengagguran atas nama Sandi dan Masdeni. Bahkan salah satu di antara tersangka yang mengaku kuliah di fakultas hukum merupakan anak dari seorang pejabat dilingkup pejabat UHO Kendari.

“Emapat orang itu sering beraksi di wilayah Kampus UHO. Bersama-sama dengan dua orang pengangguran itu yang juga tinggal di wilayah kampus bahkan mereka punya pacar mahsiswa,” kata  Ilham Saparona

Dijelaskannya, kawanan tersangka curanmor tersebut menjalankan aksinya melakukan pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan kunci T. Para tersangka kebanyakan beraksi di wilayah kampus UHO. Mereka juga lanjut Ilham, melihat pergerakan korbannya melalui media sosial.

“Kalau korbannya pesan motor melalui media sosial, mereka langsung menyusun rencana bersama di kos-kosan baru beraksi,” ujarnya.

Motor hasil curanmor tersebut kebanyakan dilempar atau dijual kembali ke beberapa Daerah yaitu di Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Sultra AKBP Sunarto mengungkapkan, sebanyak 31 orang tersangka dan 42 barang bukti kendaraan bermotor roda dua itu merupakan hasil penangkapan selama kurun waktu Januari sampai Maret 2017.

Atas perbuatannya para tersangka lanjut Sunarto, dijerat Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara.

Menurut Narto, bagi warga yang merasa kehilangan motor langsung melapor ke Polda Sultra. Dengan membawah surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor dan memperlihatkan kepada Kepolisian.

“Jika ada yang kehilangan silahkan melapor ke Polda asal membawah surat-surat kendaraannya, agar dicocokan dengan motornya. Kami masih menunggu warga lainnya yang telah kehilangan motornya untuk mengeceknya di Polda,” pungkasnya.

Misalnya ungkap Narto, empat warga Kota Kendari yaitu Eva, Muhammad Said, Muhammad Faezar, dan Novita mengambil kendaraannya yang hilang dicuri beberapa pekan lalu, Rabu (19/4).

Motor tersebut diserahkan langsung Kabid Humas Polda Sutra AKBP Sunarto dan Wadirkrimum Polda Sultra AKBP Ilham Saparona. Motor tersebut diserahkan dalam status pinjam pakai. Selama masih diproses secara hukum kendaraan tersebut masih merupakan alat bukti.

Kepada rakyat sultra warga atas nama Novita mengaku legah karena motornya yang hilang selama berminggu-minggu telah ditemukan dan dia gunakan kembali. Dia sendiri mengaku tidak meyangka motornya ditemukan kembali oleh Polda Sultra.

“Terima kasih Polda Sultra yang mengamankan para pelaku yang meresahkan warga dan mencuri motor. Alhamdulilah akhirnya kembali, terima kasih pak polisi,” ungkap mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Kendari ini. (rs)

Click to comment
To Top